Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

WHO Minta Masukan Nama Baru Cacar Monyet, untuk Cegah Stigma Buruk

Setelah mengumpulkan sekelompok pakar global pada 8 Agustus, WHO memutuskan untuk mengganti nama dua varian dominan cacar monyet
Mia Chitra Dinisari
Mia Chitra Dinisari - Bisnis.com 14 Agustus 2022  |  09:01 WIB
WHO Minta Masukan Nama Baru Cacar Monyet, untuk Cegah Stigma Buruk
Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus memberi info perkembangan situasi wabah Covi-19 di Jenewa, Swiss (24/2/2020). - Antara/Reuters
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Organisasi Kesehatan Dunia WHO meminta bantuan publik dalam mengganti nama virus monkeypox atau cacar monyet, untuk mencegah stigma yang dikaitkan dengan nama yang dipakai saat ini.

“WHO mengadakan konsultasi terbuka untuk nama penyakit baru cacar monyet. Siapa pun yang ingin mengusulkan nama baru dapat melakukannya, ”kata organisasi itu dalam sebuah pernyataan dilansir dari Bloomberg.

Menetapkan nama untuk virus biasanya berada di bawah yurisdiksi WHO, tetapi organisasi tersebut mengizinkan orang untuk mengirimkan ide melalui portal online, menurut pernyataan itu.

Pengumuman itu muncul hampir dua bulan setelah WHO mengatakan berencana untuk mengganti nama virus, mengikuti tuntutan dari ilmuwan internasional dan pejabat kesehatan masyarakat yang mengatakan nama saat ini mendorong stigma berbahaya.

Dalam wabah sebelumnya, monkeypox telah dikaitkan dengan hewan pengerat. Beberapa departemen kesehatan setempat sudah menyebutnya dengan nama yang berbeda di Chicago, dinas kesehatan masyarakat menggunakan MPV, misalnya.

Sejak Mei, wabah telah berkembang hingga mencakup lebih dari 31.000 orang secara global, dengan AS memimpin dalam jumlah kasus tertinggi. Virus ini secara tidak proporsional mempengaruhi pria yang berhubungan seks dengan pria dan menyebar melalui kontak dekat.

Virus cacar monyet ditemukan pada tahun 1958 sebelum praktik terbaik untuk penamaan penyakit dan virus diadopsi, kata WHO dalam sebuah pernyataan. Dan pada saat itu, varian utama diberi nama sesuai dengan wilayah di mana mereka beredar sebuah praktik yang tidak lagi digunakan karena mendorong diskriminasi.

Setelah mengumpulkan sekelompok pakar global pada 8 Agustus, WHO memutuskan untuk mengganti nama dua varian dominan cacar monyet. Sebelumnya disebut klad Cekungan Afrika Tengah atau Kongo dan klad Afrika Barat, galur tersebut sekarang secara resmi disebut Klade I dan Klade II. Grup juga memutuskan bahwa Clade II terdiri dari dua subclade yang berbeda.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

cacar air Cacar monyet who virus
Editor : Mia Chitra Dinisari
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

Terpopuler

Banner E-paper
back to top To top