Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Kenali Bakteri Legionella, Penyebab Wabah Pneumonia ‘Misterius di Argentina

Bakteri ini memang erat keberadaannya dengan kehidupan manusia. Biasa berada di tempat-tempat yang menyediakan sistem pendingin ataupun penampungan air panas.
Widya Islamiati
Widya Islamiati - Bisnis.com 05 September 2022  |  14:32 WIB
Kenali Bakteri Legionella, Penyebab Wabah Pneumonia ‘Misterius di Argentina
Vaksin pneumonia
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Beberapa waktu lalu, dunia dihebohkan dengan kasus pneumonia ‘misterius yang terjadi di Argentina. Bagaimana tidak, kasus yang membuat WHO turun tangan ini juga telah menyebabkan 3 dari sepuluh orang pasien, orang meninggal dunia.

Jauh sebelum Argentina, jika melihat Indonesia dua puluh enam tahun ke belakang, kasus pneumonia misterius ini di Bali, tepatnya pada tahun 1996 juga di Tangerang pada tahun 1999 dan juga beberapa kota lainnya.

Bahkan, bakteri ini juga disebut-sebut sebagai penyebab terjadinya wabah pertama di dunia. Pada tahun 1976, ada sekitar 182 kasus penyakit ini, dengan jumlah 29 pasien yang meninggal di Philadelphia, Amerika Serikat.

Dalam Kepmenkes tahun 2003, disebutkan bahwa bakteri legionella, penyebab penyakit pneumonia misterius ini ditemukan di air menara sistem pendingin pada hotel-hotel yang berada di Jakarta dan Denpasar. Sehingga sebanyak hampir 20% petugas menara sistem pendingin di hotel-hotel tersebut, pernah terpapar bakteri legionella tersebut.

Bakteri ini memang erat keberadaannya dengan kehidupan manusia. Biasa berada di tempat-tempat yang menyediakan sistem pendingin ataupun penampungan air panas. Maka tak aneh jika, bakteri ini ditemukan di air menara sistem pendingin pada hotel-hotel bertingkat, seperti spa, hotel ataupun pemandian air panas.

Selain itu, bakteri ini juga biasa hidup di air laut, sungai, lumpur, mata air panas, genangan air, danau, endapan, rumah-rumah yang tidak merawat kebersihan air dengan baik, atau bahkan pada alat bantu pernapasan yang berada di rumah sakit.

Celakanya, jika bakteri yang punyai masa inkubasi 1 hingga 10 hari ini ada pada alat bantu pernapasan, akan menyebabkan terjadinya infeksi nosokomial. Selain itu, bakteri ini juga bisa membuat tempat pariwisata tercemar akibat adanya bakteri ini pada objek wisata pemandian air panas.

Cara penularan bakteri ini pada manusia adalah dengan cairan aerosol pada udara yang dihirup oleh manusia, atau melalui air yang dikonsumsi manusia, yang mengandung bakteri ini.

Mengompres luka dengan air yang mengandung bakteri legionella atau melakukan inokulasi langsung dengan alat bantu pernafasan juga dapat menularkan bakteri ini.

Karena bakteri ini menempel pada wadah plastik berlumut, pipa-pipa karet serta tahan terhadap kaporisasi dengan konsentrasi klorin 2 sampai 6 mg/L, maka cara pencegahan penyebarannya adalah membersihkan wadah-wadah tersebut dari kerusakan fisik, zat organik ataupun adanya serbuk yang punyai kandungan bakteri.

Bakteri ini juga termasuk bakteri yang tahan terhadap suhu panas. Bahkan pada suhu 63 derajat celcius, bakteri ini masih dapat bertahan hidup. Batas terendah pertahanannya pada suhu 5,7 derajat celcius dan pada suhu 30 derajat celcius hingga 40 derajat celcius adalah suhu favoritnya untuk hidup.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bakteri Gejala Penyakit pneumonia
Editor : Mia Chitra Dinisari
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

back to top To top