Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com

Konten Premium

Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Bolehkah Ibu Hamil Kerokan, Pijat dan Pakai Koyo?

Ibu hamil, simak pernyataan dokter kandungan soal keamanan pijat kerok dan memakai koyo.
Widya Islamiati
Widya Islamiati - Bisnis.com 10 Oktober 2022  |  21:32 WIB
Bolehkah Ibu Hamil Kerokan, Pijat dan Pakai Koyo?
Perempuan sedang hamil
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Ibu hamil kerap kali mengalami pegal bagian belakang leher, tulang belakang.

Untuk mengurangi rasa tersebut, banyak dari ibu hamil yang memilih memakai koyo, dipijat atau kerokan terutama saat masuk angin.

Namun, sebenarnya bolehkah ibu hamil pijat dan kerokan?

Dokter kandungan Rumah Sakit Ibu dan Anak (RSIA Tambak) dr. Fita Maulida dalam laman instagramnya mengatakan pada dasarnya, ibu hamil akan alami hiperlordosis atau posisi badan yang berubah seiring dengan bertambahnya usia janin dalam kandungan.

Kondisi ini kemudian mengakibatkan perasaan tidak nyaman ataupun pegal-pegal pada area tulang belakang serta leher bagian belakang. dr. Fita menyebut, adanya hormon yang kehamilan yang menyebabkan terjadinya rasa nyeri ataupun tidak nyaman pada otot serta tulang yang dialami oleh ibu hamil.

Bolehkah ibu hamil melakukan kerokan?

dr. Fita terlebih menjelaskan ibu hamil harus tahu dulu apa itu kerokan. Menurutnya warna merah yang ditimbulkan oleh koin saat kerokan merupakan tanda yang timbul akibat melebarnya pembuluh darah kapiler yang berada tepat di bawah permukaan kulit.

dr. Fita menyebutkan, ibu hamil boleh saja kerokan, namun dengan beberapa syarat, seperti mengerok dengan halus agar tidak menimbulkan luka, karena jika ibu hamil merasa kesakitan, dikhawatirkan akan terjadi kontraksi. Syarat selanjutnya adalah tidak menggunakan minyak panas ataupun balsem, dan terakhir harus dilakukan dengan posisi duduk.

Sementara itu, untuk pijat karena merupakan metode penyembuhan secara tradisional dengan cara ditekan, dr. Fita melarang ibu hamil untuk pijat ataupun urut di bagian perut. Disarankan juga  tidak menggunakan minyak panas dan balsem serta harus dilakukan sembari duduk.

Hal ini dikarenakan saat ibu hamil melakukan pijat di bagian perut, berisiko menyebabkan terlepasnya plasenta. Jika plasenta terlepas, maka akan mengakibatkan kematian janin, bahkan kematian ibu akibat pendarahan rahim.

Yang terakhir soal pemakaian koyo. dr.Fita mengungkapkan, ada beberapa jenis kandungan dalam koyo yang bisa meredakan nyeri sendi, seperti menthol glycol salicylate serta biofreeze.

Menurutnya, ibu hamil boleh saja menggunakan koyo, tetapi dengan syarat tidak boleh menggunakan koyo yang terlalu panas yang bisa sebabkan rasa sakit.

Alasannya, jika koyo terlalu panas dan terlalu sering digunakan akan sebabkan iritasi pada lapisan kulit. Reaksi inflamasi dikhawatirkan bisa timbulkan kontraksi.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Pijat hamil ibu hamil wanita hamil
Editor : Mia Chitra Dinisari
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top