Obat sirup cair
Health

Kenali 4 Jenis Zat Pelarut yang Terdapat dalam Obat Sirup

Arlina Laras
Rabu, 19 Oktober 2022 - 16:12
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Usai adanya temuan kandungan bahaya, yakni DEG dan EG sebagai cemaran pelarut dalam obat sirup. Kini BPOM pun melakukan pengawasan intensif terkait zat pelarut terhadap obat-obat terkait.

Melansir dari Europan Solvents Industy Group pada Rabu (19/10/2022), zat pelarut sendiri digunakan untuk beberapa alasan. Misalnya, guna memunculkan reaksi kimia dan membuat bahan farmasi menjadi aktif, memisahkan produk kimia yang diinginkan dari yang tidak diinginkan, hingga memaksimalkan kemurnian obat.

Meski zat pelarut identik untuk obat sirup, namun terkadang obat yang harus dioleskan seperti salep atau disuntikkan sebagai cairan tetap mebutuhkan zat pelarut. Pelarut secara unik mampu melarutkan obat dengan aman dan membantu memulihkan kesehatan seorang kebugaran seseorang.

Berdasarkan penelitian dari Journal of Pharmaceutical Care Anwar Medika, berikut beberapa jenis zat pelarut yang digunakan dalam obat sirup. Simak ulasannya.

1. Propylene Glycol

Propilen glikol adalah pelarut yang biasa digunakan di dalam obat batuk. Bahkan, melansir dari Hindustan Times, para pakar mengatakan dengan harganya yang mahal, membuat sering kali perusahaan farmasi yang curang mencampurnya dengan dietilen glikol dan etilen glikol, Hal ini, karena kedua senyawa tersebut berbentuk cairan bening, tidak berwarna, tidak berbau serta memiliki rasa yang manis.

Padahal, kedua kandungan sangat berbeda. Di mana, propilen glikol secara aman dapat melarutkan zat lain (biasanya padat) tanpa mengubah struktur atau komposisi dasarnya.

Propilen glikol juga digunakan sebagai pembawa dalam formulasi obat. Bahan aktif dapat diformulasikan di dalamnya dan dikirim ke tubuh melaluinya. Akhirnya, digunakan untuk mencairkan dan menstabilkan obat-obatan.

Propilen glikol dapat digunakan dalam berbagai bentuk obat, termasuk obat oral seperti kapsul dan tablet, obat topikal seperti krim dan gel, dan obat intravena (suntikan).

2. Gliserol

Berdasarkan hasil temuan National Center Biotechnology Information, gliserol adalah komponen dari sebagian besar sirup obat batuk. Meskipun sering dianggap hanya sebagai pelarut atau zat pengental dalam sirup obat batuk, namun gliserol menjadi komponen utama dalam kemanjuran sebuah sirup obat batuk karena memiliki sifat khusus dari demulcency (menetralisir asam lambung) rasa manis, dan bertindak sebagai humektan, salah satu bahan yang dapat mengikat air di sediaan agar tidak menguap, menstabilkan sediaan.

3. Etanol

Dalam dunia medis, etanol sebagai pelarut dalam obat. Etanol adalah bahan alami yang bisa didapatkan dari fermentasi tumbuhan. Etanol atau yang bisa juga disebut sebagai alkohol atau etyl alkohol adalah cairan berwarna bening.

Selain itu, alkohol jenis ini juga dapat digunakan untuk membersihkan atau mensterilisasi permukaan benda seperti meja dan kursi. Etanol juga digunakan sebagai bahan dasar hand sanitizer, karena etanol efektif dalam membunuh mikroorganisme seperti bakteri, virus, dan jamur.

4. Dietil eter (eter)

Mengutip dari Science Direct, eter terkenal sebagai zat pelarit karena kemampuannya dalam melarutkan. Eter berbau manis dan agak menyengat. Walau, punya sifat yang mudah terbakar, membuat besar negara maju tidak menggunakan kandungan ini lagi. Namun, Eter masih digunakan di beberapa negara berkembang karena biaya yang rendah.

Penulis : Arlina Laras
Bagikan

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terkini

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Terpopuler

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro