Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

3 Prinsip Media Pendidikan Digital untuk Pendidikan Anak Usia Dini

Pendayagunaan teknologi harus menjadi sajian “5 sempurna” untuk melengkapi “sajian sehat” yang sudah dikuasai guru-guru PAUD.
Mia Chitra Dinisari
Mia Chitra Dinisari - Bisnis.com 29 Oktober 2022  |  18:00 WIB
3 Prinsip Media Pendidikan Digital untuk Pendidikan Anak Usia Dini
Ilustrasi PAUD
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Pendidikan merupakan aset penting bagi kemajuan sebuah bangsa, oleh karena itu setiap warga negara wajib mengikuti jenjang pendidikan, baik jenjang pendidikan anak usia dini, pendidikan dasar, pendidikan menengah, maupun perguruan tinggi. 

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) menyebutkan bahwa, terobosan teknologi di bidang Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) telah dilakukan oleh pemerintah sebagai solusi untuk meningkatkan akses kualitas, pemerataan, dan lompatan kemajuan pendidikan di seluruh Indonesia. 

Dikutip dari laman Kemendikbud, dalam mengembangkan media pembelajaran untuk anak usia dini, para guru PAUD hendaknya memahami 3 prinsip media digital untuk anak, yaitu :

1. Media digital yang berkualitas harus ramah anak (tidak merusak kesehatan fisik dan mentalnya serta memfasilitasi perkembangan diri mereka)

Prinsip pertama, seorang guru PAUD harus memahami, bagaimana teknologi terus berkembang setiap saat. Perkembangan teknologi ini semakin baik karena user bisa memberikan masukan pada develepor untuk kenyamanan saat berselancar, sehingga user interface (UI) dan user experience (UX) dari sebuah platform akan terus terupdate. Di sinilah letak pentingnya jaminan untuk anak mendapatkan pengalaman dan penampakan visual yang sehat dan menyehatkan.

2. Media digital untuk anak usia dini harus berkualitas baik secara konten, konteks maupun kegunaannya.

Prinsip kedua, kualitas konten perlu menjadi sorotan, karena Gen-Y memiliki pemahaman teknologi yang baik, bahkan mereka hidup di dalam teknologi terupdate. Hari-hari mereka selalu diiringi dengan teknologi. Melek teknologi adalah salah satu diantara sekian banyak kunci keahlian yang dimiliki Gen-Y. Pada umumnya, Gen-Y memiliki beberapa keahlian, diantaranya: berorientasi pada riset, karakter yang beragam dan memiliki kepercayaan diri yang baik. Dengan mengetahui keahlian-keahlian dasar mereka, guru PAUD dapat menentukan media yang tepat dalam proses pembelajarannya.

3. Media digital yang dikembangkan harus sesuai dengan kebutuhan siswa atau guru dalam proses pembelajaran.

Prinsip ketiga, media digital yang dibuat harus sesuai dengan kebutuhan. Guru PAUD harus memahami karakter media yang sesuai untuk model pembelajaran yang akan diterapkan. Diantara beberapa media yang dapat digunakan adalah, Media sederhana 2 dimensi (poster, mind map) dan 3 dimensi (boneka, patung, miniatur lampu merah), media video, audio, multimedia interaktif dan hypermedia.

Untuk kebutuhan media bagi anak yang usianya 2 hingga 6 tahun, masa dimana mulai tumbuh kemandiriannya. Pada usia ini, anak perlu mendapatkan stimulus yang tepat. Penggunaan media pembelajaran akan sangat membantu guru. Media sederhana memang memiliki kekuatan lebih, karena akan merangsang sensor motorik anak, agar anak aktif menggunakan semua indra yang ia miliki.

Untuk mendukung teknologi di PAUD, PT Permodalan Nasional Madani melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) memberikan bantuan berupa pembangunan Ruang Pintar Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Kelompok Bermain Al Hamid di Desa Kemiri, Kecamatan Jabung, Kabupaten Malang, Jawa Timur.

Anang Rosyadi, Manager Bisnis PNM Malang mengungkapkan, Ruang Pintar Al Hamid, merupakan sebuah fasilitas pendidikan yang diharapkan mampu meningkatkan minat belajar dan kualitas pendidikan dilengkapi dengan berbagai macam fasilitas, dari buku bacaan yang lengkap hingga kelengkapan teknologi seperti internet.

“Ruang Pintar Al Hamid yang kami resmikan dilengkapi dengan banyak fasilitas penunjang seperti internet, mainan outdoor berupa ayunan dan jungkat jungkit, serta pemberian paket gizi dan paket buku pelajaran tematik. Saat ini baru kami resmikan di Malang, ke depan kami harap program ini dapat diperluas ke seluruh Indonesia,” ujar Anang.

PNM telah menyalurkan pembiayaan sebesar Rp146,43 triliun hingga 16 Oktober 2022 lalu dan telah memiliki nasabah hingga 12,9 juta tersebar di seluruh Indonesia, kami harap komitmen kami dalam meningkatkan akses fasilitas untuk PAUD mampu mendorong kualitas pendidikan anak-anak Indonesia agar tumbuh sehat dan cerdas.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Anak-anak Paud paud pendidikan
Editor : Mia Chitra Dinisari
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top