Cari berita
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv

Jangan Dibuang, Ini Khasiat Ampas Kopi yang Bisa Anda Manfaatkan

Ternyata, selain rasanya yang bikin candu, ampas kopi juga bisa dimanfaatkan untuk sehari-hari lho.
Widya Islamiati
Widya Islamiati - Bisnis.com 11 November 2022  |  10:45 WIB
Jangan Dibuang, Ini Khasiat Ampas Kopi yang Bisa Anda Manfaatkan
Berbicara tentang kopi di Kosta Rika berarti tertuju pada teknik chorreador. - roastycoffee.com
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Menyeduh kopi akan menyisakan ampas di dasar gelas. Umumnya ampas ini akan berakhir di pembuangan menjadi sampah.

Namun ternyata bukan hanya air seduhannya saja yang bisa dimanfaatkan, ampas kopi ini juga bisa digunakan untuk berbagai hal. 

Medical News Today mencatat berbagai manfaat ampas kopi, berikut:

1. Penghilang bau badan

Siapa sangka, ampas kopi bisa menghilangkan bau badan. Hal ini lantaran kafein dalam ampas kopi berkarbonasi dapat menghilangkan bau. Cara kerjanya yaitu dengan menyerap molekul hidrogen sulfida dari udara.

Inilah mengapa ampas kopi bisa dibuat menjadi sabun untuk menetralisir bau tak sedap setelah dimasak.

2. Scrub

Bukan rahasia lagi jika kopi punyai manfaat yang bagus untuk kulit. Teksturnya yang cukup kasar membuat ampas bisa dijadikan scrub. Caranya dicampurkan dengan air, madu, atau minyak kelapa. 

Scrub ini dapat digunakan di seluruh tubuh. Tujuannya untuk menghilangkan sel-sel mati dari lapisan atas kulit. Sehingga membuka pori-pori, membersihkan kulit, dan mengurangi jerawat. 

Bahkan scrub ini juga dapat membuat kulit terlihat lebih cerah dan mengurangi munculnya garis-garis halus.

Sebuah penelitian tahun 2013 menunjukkan bahwa asam caffeic, antioksidan yang ada dalam kopi, dapat mengurangi penuaan dini serta meningkatkan kadar kolagen.

Obat nyamuk

Jika kopi punyai berbagai manfaat untuk manusia, bagi serangga kopi justru beracun. Sebab, kopi mengandung diterpen, yang beracun untuk serangga. Sehingga kopi bisa menjadi obat nyamuk. 

Kopi sebagai obat nyamuk ini berdasarkan penelitian tahun 2015 lalu yang menemukan bahwa nyamuk cenderung tidak menetas jika ada kopi di lingkungan mereka.

Satu studi 2018 menemukan bahwa meskipun kopi bisa mengusir semut secara efektif, meskipun bubuk kopi tidak beracun bagi koloni semut.

Pewarna alami

Untuk mendapatkan berbagai warna cokelat, ampas kopi bisa dijadikan pewarna alami, karena memiliki warna yang kuat, dan ampas kopi dapat mewarnai kain alami.

Bahkan sebuah studi tahun 2019 menemukan bahwa bubuk kopi adalah pewarna alami yang potensial untuk digunakan dalam skala komersial. 

Hal ini dikarenakan kain yang diwarnai para peneliti dalam penelitian ini tetap tahan warna sesuai standar industri.

Kopi juga bisa digunakan untuk mewarnai rambut, meskipun mungkin tidak menghasilkan perubahan warna yang signifikan atau bertahan lama.  

Pelunak daging

Saat Memasak daging merah, kita kerap dihadapkan dengan masalah daging yang tak kian empuk. Ini membutuhkan bantuan pelunak daging untuk memecah serat dalam daging agar lebih lembut dan lebih mudah untuk dimakan. 

Bubuk pelunak daging umumnya menggunakan asam dan enzim dari buah-buahan seperti nanas dan pepaya. Enzim ini juga bisa ditemukan pada ampas kopi, karena bersifat asam dan mengandung enzim yang juga dapat memecah serat dalam daging.

Produk restorasi furnitur

Ampas kopi juga dapat digunakan untuk mengembalikan furnitur kayu yang tergores. Hal ini karena warna dari kopi yang kuat.

Caranya dengan mencampur ampas kopi dengan air, lalu mengoleskan pasta yang dihasilkan ke goresan pada furnitur kayu agar sesuai dengan warna aslinya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

kopi kopi robusta harga kopi kedai kopi
Editor : Mia Chitra Dinisari
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

Terpopuler

Banner E-paper
back to top To top