Cari berita
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv

Dampak dan Cara Mengatasi Dehidrasi yang Bisa Mengancam Jiwa

HIndari dehidrasi yang berbahaya untuk tubuh, berikut cara dan tipsnya.
Widya Islamiati
Widya Islamiati - Bisnis.com 28 November 2022  |  14:52 WIB
Dampak dan Cara Mengatasi Dehidrasi yang Bisa Mengancam Jiwa
Ilustrasi dehidrasi - Istimewa
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Bukan rahasia umum lagi jika tubuh membutuhkan asupan cairan yang cukup agar tetap sehat. Karena kekurangan cairan akan menimbulkan sejumlah masalah pada tubuh.

Mayo clinic menyebut, pada anak-anak dan bayi, kekurangan cairan dapat menyebabkan cekungan atau titik lunak cekung di atas tengkorak. Sementara bagi orang dewasa, umumnya kekurangan cairan atau dehidrasi dapat sebabkan kebingungan dan lemas.

Selain itu, Mayo clinic juga merangkum beberapa dampak atau komplikasi yang timbul akibat dehidrasi, meliputi:

Cedera panas: Berolahraga memang baik untuk tubuh, namun harus dibarengi dengan asupan cairan yang cukup.

Cedera panas ini akan timbul akibat hal tersebut, yang memiliki tingkat keparahan mulai dari kram panas ringan hingga kelelahan akibat panas atau sengatan panas yang berpotensi mengancam jiwa.

Masalah kencing dan ginjal: Ginjal adalah organ tubuh yang berkaitan erat dengan masalah cairan. Sebab dalam organ inilah cairan yang masuk disaring. Kekurangan cairan bisa menyebabkan infeksi saluran kemih, batu ginjal, dan bahkan gagal ginjal.

Kejang: Jika tubuh tidak memiliki elektrolit seperti kalium dan natrium yang tidak seimbang akan menyebabkan kontraksi otot yang tidak disengaja dan terkadang hilangnya kesadaran. Hal ini lantaran, elektrolit membantu membawa sinyal listrik dari sel ke sel. Jika elektrolit tidak seimbang, maka pesan listrik normal dapat tercampur.

Syok volume darah rendah (syok hipovolemik): Ini merupakan salah satu komplikasi dehidrasi yang paling serius, dan dapat mengancam jiwa. Syok hipolemik terjadi saat volume darah rendah menyebabkan penurunan tekanan darah dan penurunan jumlah oksigen dalam tubuh.

Lalu bagaimana mengatasi dehidrasi?

Mayoclinic mengungkap, satu-satunya jalan untul mengatasi dehidrasi yang efektif adalah mengganti cairan yang hilang dan elektrolit yang hilang. Hal ini tergantung pada usia, tingkat keparahan dehidrasi dan penyebabnya.

Dehidrasi pada bayi dan anak-anak akibat diare, muntah, atau demam, biasanya diatasi dengan menggunakan larutan rehidrasi oral yang dijual bebas. Ini merupakan larutan mengandung air dan garam dalam proporsi tertentu untuk menggantikan cairan dan elektrolit.

Berbeda dengan anak, untuk orang dewasa yang mengalami dehidrasi ringan hingga sedang akibat diare, muntah, atau demam, bisa diatasi dengan meminum lebih banyak air. 

Selain itu, diare pada orang dewasa dapat diperburuk oleh jus buah dan minuman ringan. Namun jika beraktivitas di luar ruangan saat cuaca panas atau lembap, konsumsi air dingin ataupun minuman mengandung elektrolit dan larutan karbohidrat dapat membantu. 

Sedangkan, untuk dehidrasi parah baik anak maupun dewasa harus dirawat oleh petugas darurat. Garam dan cairan yang dimasukkan melalui vena (intravena) dapat diserap dengan cepat dan mempercepat pemulihan dehidrasi parah.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

dehidrasi bahaya dehidrasi akibat dehidrasi
Editor : Mia Chitra Dinisari
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top