PObat Tocilizumab yang direkomendasikan WHO untuk pasien Covid-19 yang tengah krisis./Sehatq.com
Health

Duh, Terinfeksi Covid-19 Berulang Kali Bisa Percepat Kematian

Arlina Laras
Senin, 30 Januari 2023 - 19:25
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Sebuah studi baru-baru ini menyatakan bahwa infeksi ulang Covid-19 dapat menimbulkan risiko percepatan kematian lebih tinggi, dibandingkan dengan hanya terkena Covid-19 satu kali. 

Di Indonesia sendiri, dampak infeksi berulang telah menjadi masalah krusial, mengingat pandemi Covid-19 yang mereda dan pembatasan lebih dilonggarkan, membuat banyak orang tertular virus dua kali atau lebih. 

Menurut penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Nature Medicine yang mengamati database perawatan kesehatan dari Departemen Urusan Veteran AS menjelaskan bahwa ketika seseorang terinfeksi Covid-19 kedua kali akan lebih bisa meningkatkan risiko kematian seseorang, rawat inap, dan berbagai hasil kesehatan yang merugikan, termasuk diabetes dan gangguan neurologis. 

Ahli Epidemiologi Klinis di Washington University dan Kepala Penelitian di Sistem Veteran Affairs St Louis Healthcare Ziyad Al-Aly pun menyetujui hal tersebut. 

“Infeksi Covid-19 yang berulang dapat menyebabkan konsekuensi kesehatan yang parah, termasuk kegagalan organ dan bahkan kematian,” katanya dilansir dari The Guardian, Senin (30/1/2023).

Akan tetapi, pandangan berbeda disampaikan oleh Ahli Epidemiologi Penyakit Menular dan Editor di Kaiser Health News, Celine Gounder yang mengatakan bahwa infeksi pertama bisa memberikan kekebalan ketika mengalami infeksi kedua kalinya.

“Tidak ada tentang infeksi ulang yang lebih berbahaya daripada infeksi asli, dan jika ada, infeksi ulang akan berisiko lebih rendah karena Anda memiliki dasar kekebalan pada saat infeksi ulang,” katanya.

Alhasil, dengan segala perdebatan antara banyak ahli soal tentang risiko infeksi ulang ini menentukan tindakan pencegahan apa yang diambil orang terhadap Covid-19, maka untuk menentukan apakah itu valid, para peneliti membandingkan hasil kesehatan di antara lebih dari 440.000 peserta tanpa infeksi ulang Covid dengan sekitar 40.000 peserta yang setidaknya mengalami satu kali infeksi ulang. 

Mereka menemukan bahwa infeksi ulang menimbulkan peningkatan risiko kematian dan hasil kesehatan yang merugikan selama fase akut dan enam bulan setelah infeksi.

Dengan demikian, ketika orang mempertimbangkan apakah perlu mengambil tindakan pencegahan untuk melindungi diri dari infeksi ulang, “jawabannya adalah ya”, kata Al-Aly.

Infeksi virus Covid-10 berulang justru tidak membangun resistensi atau kekebalan karena virusnya selalu berubah. 

Lebih lanjut dia menambahkan bahwa semakin banyak yang tertular virus, kemungkinan long COVID meningkat. Hal ini membuat banyak individu terhambat dalam menjalani aktivitasnya.

Dirinya memaparkan, kondisi pasca-Covid ini dapat berkisar dari gejala ringan hingga sedang dan sebagian besar merupakan masalah kesehatan berkelanjutan yang dialami orang setelah pertama kali terinfeksi virus penyebab Covid-19 mulai dari kabut otak atau sulit berkonsentrasi, sakit kepala terus-menerus, insomnia atau kesulitan tidur, pusing saat berdiri (lightheadedness), kehilangan penciuman dan pengecapan, serta depresi atau kecemasan.

Penulis : Arlina Laras
Bagikan

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terkini

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Terpopuler

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro