Pemeriksaan diabetes/istimewa
Health

Waspada! Diabetes Melitus Intai Anak Usia Sekolah, Kenali Gejalanya

Arlina Laras
Rabu, 1 Februari 2023 - 12:14
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Diabetes melitus menjadi salah satu penyakit yang menghantui generasi anak muda di Indonesia, bahkan dominan menyerang anak-anak usia sekolah, di bawah 14 tahun. Frekuensi penyakit ini pun terus meningkat di seluruh dunia. 

Diabetes melitus adalah penyakit autoimun kronis yang disebabkan oleh gangguan pengaturan gula darah. Pada umumnya, diabetes mellitus (DM) dibedakan menjadi 2 tipe, yaitu DM tipe 1 dan DM tipe 2. DM tipe 1 disebabkan oleh pankreas yang tidak memproduksi cukup insulin, sementara DM tipe 2 disebabkan oleh gangguan kerja insulin yang juga dapat disertai kerusakan pada sel pankreas.

Ketua Unit Kerja Koordinasi Endokrinologi IDAI Muhammad Faizi mengatakan per 2023 total sebanyak 1.645 anak mengalami diabetes. Di antara ribuan anak tersebut, sebesar 46,23 persen berada di usia 10 sampai 14 tahun dan 31,05 persen lainnya didominasi oleh usia 5 sampai 9 tahun.

"Di kota-kota besar umumnya ditemukan penyintas diabetes anak, mulai dari Jakarta, Medan, Padang, Palembang, Bandung, Semarang hingga Surabaya," katanya dalam Media Briefing dengan topik Diabetes pada Anak, Rabu (01/2/2023).

Menurut Faizi, tren penderita diabetes di kalangan anak muda di perkotaan lebih tinggi. Hal ini disebabkan karena anak-anak di perkotaan banyak yang lebih gemuk. Pemahaman orang tua bahwa anak gemuk menandakan sehat sebenarnya tidaklah lagi berlaku. Anak yang gemuk diakibatkan keseringan mengonsumsi junk food dan kurang gerak menyebabkan diabetes tipe 2 lebih dini.

“Perlu diketahui ya, Tidak ada kata sembuh pada penderita diabetes, tapi bisa hidup . Jika harus dikelola dengan baik, maka harapan usianya akan sama dengan orang yang tidak diabetes. Untuk anak, para orang tua harus mengatur pola makan. Cukupi protein hewani dan sayur-sayuran,” ungkapnya. 

Tanda dan Gejala Awal Diabetes pada Anak 

Gejala awal DM biasa disebut dengan 3 P, yakni polifagi (banyak makan), polidipsi (banyak minum), dan poliuri (banyak kencing). 

Penurunan berat badan yang tidak disengaja juga bisa menjadi tanda peringatan diabetes. Penurunan berat badan tanpa usaha sering terlihat pada pasien diabetes tipe 1, tetapi juga dapat mempengaruhi orang dengan diabetes tipe 2.

Selain itu, banyak anak yang diabetes merasa lelah, lesu, atau lelah pada saat tertentu. Perasaan ini sering dikaitkan dengan kadar gula darah yang terlalu tinggi atau terlalu rendah.

“Gejala lain yang harus diwaspadai orang tua adalah jika si kecil tiba-tiba ngompol. Misalnya, sudah 3 sampai 4 tahun anak tidak ngompol, namun secara mendadak mendadak ngompol lagi. Hal itu harus dicurigai sebagai gejala diabetes,” katanya. 

Gadget Sebabkan Diabetes pada Anak

Muhammad Faizi pun mengakui bahwa permainan online dan gadget juga ikut mempengaruhi anak menjadi kurang gerak. Dia sangat menyarankan agar para orang tua mengajak anaknya untuk aktif bergerak.

"Gerak pada tubuh menyebabkan badan anak lebih sehat dibandingkan dengan diam saja di depan komputer atapun gadget. Ada penelitiannya, bahwa gadget pada anak-anak menyebabkan penurunan aktivitas sehingga risiko gemuknya lebih besar yang diikuti dengan risiko diabetes tipe 2," ungkapnya. 

Anak dengan risiko diabetes disarankan untuk segera memeriksakan kondisi gula darahnya tanpa mempertimbangkan umur. Risiko diabetes yang menjadi perhatian adalah kondisi indeks massa tubuh anak dan riwayat diabetes yang memiliki hubungan darah dengan sang anak.

Ketua Pengurus Pusat IDAI Piprim Basarah Yanuarso turut menyampaikan, sebaiknya anak-anak dibiasakan untuk dibiasakan berolahraga dan mengonsumsi makanan yang berasal dari bahan alami seperti sayur, buah, dan rebus-rebusan. 

“Peran orang tua sangat dibutuhkan untuk bisa mencontohkan kepada anak pola hidup yang sehat. Rutin berolahraga dan mengonsumsi makanan sehat, yang tentunya tidak mengandung gula dan tepung yang tinggi atau berlebihan itu akan sangat baik sekali,” ucapnya. 

Penulis : Arlina Laras
Bagikan

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terkini

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Terpopuler

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro