Obesitas/clevelandclinic.org
Health

Obesitas Bisa Pengaruhi Otak, Bikin Makin Sulit Turunkan Berat Badan

Salma Permata Dewi
Jumat, 23 Juni 2023 - 11:25
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Obesitas merupakan sebuah masalah kesehatan yang banyak diderita oleh orang-orang di seluruh dunia.

Obesitas tidak hanya memengaruhi kesehatan jantung, tetapi juga bisa memengaruhi otak.

Dilansir dari Healthline, dalam sebuah studi ditemukan perubahan di otak terkait dengan obesitas memiliki dampak jangka panjang dalam mencegah penurunan berat badan yang bertahan lama.

Para peneliti menemukan bahwa perubahan otak dapat menyebabkan orang tidak lagi mendapatkan sinyal bahwa mereka sudah kenyang.

Umumnya, ketika seseorang makan dan merasa kenyang, sinyal akan dikirimkan ke otak. Namun, obesitas memiliki dampak pada otak, yakni otak tidak mendapatkan sinyal kenyang tersebut.

Para peneliti mengatakan bahwa ini tidak dapat diubah bahkan setelah penurunan berat badan sehingga berat badan kembali naik

“Dipahami bahwa sinyal hormonal utama, seperti leptin dan insulin, yang mengatur nafsu makan dan homeostasis energi sering tidak diatur dalam obesitas,” kata Dr. Sahar Takkouche, ahli utama dalam Pengobatan Bariatrik dan Obesitas di Tennessee.

Para peneliti dalam penelitian ini melakukan pengujian terhadap 30 orang yang secara medis obesitas (BMI lebih besar dari 30) dan 30 orang dengan berat badan non-obesitas (BMI 25 atau kurang).

Selama pengujian, peserta diberi makan karbohidrat, lemak, atau air dengan menggunakan tabung nasogastrik, yakni jalur langsung ke perut yang melewati mulut, untuk memahami hubungan langsung antara usus dan otak.

Malam sebelum ujian, semua peserta makan sama. Ketika peserta menerima karbohidrat, lemak, atau air selama pengujian, otak mereka dievaluasi melalui MRI fungsional (fMRI) dan tomografi komputer emisi foton tunggal (SPECT) untuk memahami respons otak terhadap makanan ini.

Peneliti menemukan bahwa pada orang non obesitas, terjadi perlambatan di striatum yang mengakibatkan otak memahami bahwa tubuh diberi makan dan kadar dopamin juga meningkat yang menunjukkan perasaan puas.

Sementara itu, orang dengan obesitas medis, tidak ada perlambatan di striatum, kadar dopamin tidak meningkat, dan akibatnya otak tidak mengenali sensasi dan kepuasan kenyang setelah makan.

Tidak hanya sampai di situ, peneliti menguji orang dengan obesitas medis tersebut lagi setelah mereka menurunkan berat badannya.

Para peserta menurunkan berat badannya sebanyak 10 persen. Setelah diuji, hasilnya adalah para peserta yang kehilangan 10 persen berat badan tidak mengalami perubahan apa pun dalam kemampuan otak mereka untuk mengenali rasa kenyang atau perasaan puas.

Penelitian ini mengarah pada gagasan bahwa orang yang menurunkan berat badan dapat dengan cepat mendapatkan kembali berat badannya kembali karena mungkin ada perubahan yang tidak dapat diubah di dalam otak pada orang yang mengalami obesitas secara medis.

Walaupun hasil dari penelitian ini menarik, masih banyak yang harus dipelajari tentang otak dan obesitas.

Bagikan

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terkini

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Terpopuler

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro