Ilustrasi wanita tidur nyenyak/Freepik
Health

Benarkah Tidur Nyenyak Dapat Mengontrol Insulin dan Gula Darah? Ini Kata Ahli

Kresensia Kinanti
Rabu, 2 Agustus 2023 - 17:33
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA – Tidur nyenyak di malam hari yang dimulai pada pukul 22.00 memiliki peran penting bagi kesehatan, terutama bagi penderita diabetes. 

Penelitian menunjukkan bahwa kurang tidur dapat meningkatkan risiko diabetes. Namun, mekanisme yang tepat untuk mengontrol kadar gula darah tidak diketahui.

Dilansir dari laman Medical Daily, Rabu (2/8/2023), dalam sebuah penelitian baru, para peneliti dari University of California telah mengungkap misteri tersebut.

Tim peneliti menemukan bagaimana gelombang otak saat tidur nyenyak di malam hari mengatur sensitivitas insulin seseorang, yang menentukan kontrol gula darah keesokan harinya. 

Menurut mereka, penggabungan gelombang otak saat tidur nyenyak, yang disebut sleep spindle dan slow wave bekerja untuk memprediksi sensitivitas insulin.

"Dalam pemeriksaan terhadap lebih dari 600 manusia, kami menunjukkan bahwa penggabungan gerakan mata non-rapid eye movement (NREM) dan osilasi lambat pada malam sebelumnya berkaitan dengan peningkatan kontrol glukosa perifer keesokan harinya," tulis para peneliti.

Peneliti menyebutkan bahwa gelombang otak yang tersinkronisasi ini bertindak seperti jari yang menjentikkan kartu domino pertama untuk memulai reaksi berantai dari otak, turun ke jantung, dan kemudian keluar untuk mengubah regulasi gula darah tubuh.

“Secara khusus, kombinasi dari dua gelombang otak, yang disebut sleep spindle dan slow wave, memprediksi peningkatan sensitivitas tubuh terhadap hormon yang disebut insulin, yang bermanfaat menurunkan kadar glukosa darah," kata Matthew Walker, seorang penulis senior studi tersebut.

Studi yang dipublikasikan di Cell Reports Medicine ini menunjukkan bahwa kualitas tidur lebih penting daripada kuantitas bagi pasien diabetes, dan memperbaiki kualitas tidur dapat menjadi perubahan gaya hidup efektif yang dapat membantu mengendalikan kadar gula darah.

Para peneliti percaya bahwa temuan ini dapat membuktikan bahwa kualitas tidur yang baik dapat berguna sebagai pengobatan tambahan yang terapeutik dan jauh dari rasa sakit bagi penderita diabetes.

"Selain mengungkap mekanisme baru, hasil penelitian kami juga menunjukkan bahwa gelombang otak saat tidur nyenyak ini dapat digunakan sebagai penanda sensitivitas kadar gula darah seseorang keesokan harinya,” ujar Vyoma D. Shah, salah satu penulis studi ini.

"Menambah relevansi terapeutik dari penemuan baru ini, temuan ini juga menunjukkan sebuah alat baru yang non-invasif. Gelombang otak saat tidur nyenyak, untuk memetakan dan memprediksi kontrol gula darah seseorang," tambah Shah.

Bagikan

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terkini

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Terpopuler

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro