Hubungan emosional antara penggemar dan selebritas adalah bisnis yang bagus karena mendorong orang untuk mengkonsumsi lebih banyak hiburan dan membeli lebih banyak produk yang didukung selebriti agar merasa dekat. /istimewa
Health

Ini Tips Psikolog Untuk Mengakhiri 'Hubungan Parasosial' yang Bermasalah dengan Idola

Salma Permata Dewi
Senin, 14 Agustus 2023 - 22:24
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Hubungan parasosial merupakan salah satu hal yang sering terdengar akhir-akhir ini. Dunia digital menjadi salah satu faktor muncul banyaknya hubungan parasosial, termasuk dengan idola.

Dilansir dari The Atlantic, istilah interaksi parasosial diperkenalkan pada tahun 1950-an oleh ilmuwan sosial Donald Horton dan R. Richard Wohl. Itu adalah hari-hari awal televisi rumah dan mereka melihat orang-orang mengembangkan rasa hubungan yang intim dengan aktor yang tampil secara virtual di rumah mereka. Saat ini, definisinya jauh lebih luas karena sudah serba digital.

Membentuk hubungan parasosial sangat mudah karena aktor, penyanyi, komedian, atlet, dan selebritas lain yang tak terhitung jumlahnya tersedia bagi kita dengan lebih banyak cara daripada sebelumnya.

Hubungan emosional antara penggemar dan selebritas adalah bisnis yang bagus karena mendorong orang untuk mengkonsumsi lebih banyak hiburan dan membeli lebih banyak produk yang didukung selebriti agar merasa dekat. 

Ikatan parasosial memunculkan citra orang-orang kesepian yang menggenggam kehidupan orang asing, tetapi kesepian dan interaksi parasosial tidak berkorelasi secara konsisten. Ikatan parasosial ada pada kontinum intensitas, dari hiburan-sosial, seperti bergosip tentang seorang selebriti, pribadi yang intens, hingga batas-patologis atau perilaku dan fantasi yang tidak terkendali.

Pada tingkat terdalam, hubungan parasosial bisa berbahaya, seperti ketika seseorang kehilangan kontak dengan kenyataan atau mengembangkan obsesi yang tidak sehat dengan 'teman fiksi' mereka

Hubungan parasosial yang tidak terlalu dalam pun bisa menjadi gejala dari "gaya keterikatan" yang tidak disesuaikan dengan baik. Ini merupakan sebuah konsep psikologis yang telah menjadi fokus intens para psikolog selama bertahun-tahun.

Pada 2021, dua psikolog dari Universitas York, Kanada, menemukan bahwa membentuk ikatan parasosial sangat terkait dengan keterikatan penghindaran. Artinya, orang-orang yang cenderung menjauhi orang lain dalam kehidupan sehari-hari karena mereka cenderung berhubungan dengan karakter fiksi.

Dilansir dari Forbes, kebanyakan orang terlibat dalam bentuk ikatan parasosial yang ringan. Beberapa kasus dapat meningkat ke tingkat yang tidak sehat. Hubungan parasosial dapat menandakan masalah mendasar dalam hubungan pribadi seseorang.

Ikatan parasosial yang berlebihan mungkin menunjukkan kecenderungan untuk mengganti koneksi kehidupan nyata dengan yang fiksi, menghambat pertumbuhan pribadi, dan pemenuhan emosional yang nyata. Sangat penting untuk mengenali kapan hubungan ini mengganggu kemampuan kita untuk membangun hubungan yang bermakna dengan orang yang kita kenal.

Untuk mencapai keseimbangan yang sehat antara hubungan parasosial dan koneksi kehidupan nyata, berikut adalah cara-cara yang direkomendasikan psikolog untuk mengakhiri hubungan parasosial yang tidak sehat.

1. Batasi perhatian

Menahan diri dari informasi detail pribadi mereka dan mengingatkan diri Anda bahwa informasi tersebut telah dikuratori dengan hati-hati untuk tujuan komersial. Anda bisa melakukan hal-hal berikut. 

- Akui ilusi

Proyek selebriti cenderung mengkurasi persona melalui media. Apa yang Anda lihat adalah penggambaran, bukan diri mereka yang asli. 

- Terlibat dalam konsumsi media dengan lensa kritis

Alih-alih secara pasif menyerap setiap detail, pertanyakan secara aktif motif di balik konten tersebut. Pahami konteks ketika informasi disajikan, perhatikan sensasionalisme, dan clickbait.

- Tetapkan batasan yang jelas untuk konsumsi media

Alokasikan waktu khusus untuk konten selebriti. Hindari mengonsumsi konten secara berlebihan untuk menghemat energi untuk hubungan kehidupan nyata.

- Jelajahi minat baru

Seringkali hubungan parasosial berkembang karena rasa keakraban dan kenyamanan. Coba eksplor buku, film, musik, atau bentuk seni baru yang menarik perhatian untuk memperluas wawasan dan mengalihkan fokus Anda dari satu sumber keterikatan.

2. Konsumsi media lebih meruncing atau kritis

Jika ikatan parasosial menjadi berlebihan, alih-alih secara tiba-tiba menghentikan semua paparan terhadap karya selebriti tersebut, pertimbangkan untuk secara bertahap mengurangi konsumsi Anda terhadap karya atau konten selebriti tersebut. Berikut adalah beberapa cara untuk melepaskan diri dari ikatan parasosial yang berlebihan dan menciptakan ruang untuk hubungan kehidupan nyata.

- Mengintrospeksi

Luangkan waktu untuk menilai kedalaman keterikatan emosional Anda dengan selebritas atau karakter fiksi. Memahami sejauh mana keterlibatan Anda akan memberdayakan Anda untuk membuat keputusan.

- Pangkas frekuensi interaksi

Jika mengikuti konten harian dengan cermat, kurangi secara bertahap menjadi beberapa kali per minggu. 

- Tetapkan batasan digital

Anda bisa melakukan hal-hal seperti berhenti mengikuti atau menonaktifkan notifikasi akun media sosial, berhenti berlangganan notifikasi, atau gunakan pemblokir situs web. 


3. Bersiaplah untuk berubah

Anda adalah pemegang kendali dari perkembangan hubungan tersebut. Menghadapi dan menangani kecenderungan ke arah kecemasan atau penghindaran dapat membawa Anda ke jalur transformatif untuk ikatan emosional yang lebih sehat. Berikut adalah beberapa tips bagi Anda untuk memulai perubahan tersebut.

- Temukan pola

Renungkan respons dan perilaku emosional Anda dalam berbagai hubungan dan catat saat-saat ketika pola penghindaran atau yang didorong oleh kecemasan muncul. Individu yang aman cenderung membentuk hubungan yang seimbang dan sehat, individu yang cemas mencari kepastian dan validasi, dan individu yang menghindar mungkin menjauhkan diri untuk mengatasi keintiman. Kesadaran ini memberikan dasar untuk memulai perubahan.

- Tentang asumsi

Ketika sudah mengetahui pola hubungan, Anda bisa menantang pola tersebut. Belah akar dari pola ini dan cari cara yang lebih sehat untuk memenuhi kebutuhan emosional Anda.

- Keterlibatan penuh perhatian

Baik itu memulai kerentanan atau menenangkan kecemasan, praktikkan keterlibatan yang penuh perhatian. Bongkar hambatan emosional secara bertahap atau gunakan teknik untuk menavigasi gejolak emosi.

Bagikan

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terkini

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Terpopuler

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro