Sariawan adalah sakit pada area mulut yang bisa menyebabkan bau mulut/North Sydney
Health

Beragam Penyakit Mulut dan Gigi dari yang Ringan hingga Parah

Redaksi
Selasa, 12 September 2023 - 19:50
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Penyakit mulut dan gigi dapat disebabkan oleh berbagai faktor. Termasuk bakteri, virus, jamur, dan iritasi. Seperti penyakit lain. Penyakit ini ada yang termasuk ringan dan ada yang termasuk parah.

Sebagian besar kondisi kesehatan mulut sebagian besar dapat dicegah dan diobati pada tahap awal. Dilansir dari WHO, kasus terbanyak adalah karies gigi (kerusakan gigi), penyakit periodontal, kehilangan gigi dan kanker mulut.

Kondisi mulut lainnya yang penting bagi kesehatan masyarakat adalah celah orofasial, noma (penyakit gangren parah yang dimulai dari mulut, sebagian besar menyerang anak-anak) dan trauma oro-dental.

Laporan Status Kesehatan Mulut Global WHO pada 2022 memperkirakan bahwa penyakit mulut mempengaruhi hampir 3,5 miliar orang di seluruh dunia, dengan 3 dari 4 orang yang terkena dampaknya tinggal di negara-negara berpenghasilan menengah.

Secara global, diperkirakan 2 miliar orang menderita karies gigi permanen dan 514 juta anak menderita karies gigi sulung.

Prevalensi penyakit mulut utama terus meningkat secara global seiring dengan meningkatnya urbanisasi dan perubahan kondisi kehidupan.

Dilansir dari CDC, di Amerika Serikat, ada lebih dari 40% orang dewasa melaporkan pernah merasakan sakit di mulut dalam setahun terakhir, dan lebih dari 80% orang akan mengalami setidaknya satu gigi berlubang pada usia 34 tahun.

Rata-rata, lebih dari 34 juta jam sekolah dan lebih dari US$45 miliar atau Rp691 triliun produktivitas hilang setiap tahunnya akibat keadaan darurat gigi yang memerlukan perawatan tidak terencana.

Kondisi mulut sering kali dianggap terpisah dari kondisi kronis lainnya, tetapisebenarnya keduanya saling berkaitan. Kesehatan mulut yang buruk dikaitkan dengan penyakit kronis lainnya seperti diabetes dan penyakit jantung.

Penyakit mulut juga dikaitkan dengan perilaku berisiko seperti menggunakan tembakau dan mengonsumsi makanan dan minuman manis.

Salah satu penyebab penyakit mulut dan gigi yang terus meningkat adalah kurangnya paparan fluorida dalam persediaan air dan produk kebersihan mulut, seperti pasta gigi, ketersediaan dan keterjangkauan makanan dengan kandungan gula tinggi, dan buruknya akses terhadap layanan kesehatan mulut di masyarakat.

Pemasaran makanan dan minuman tinggi gula, serta tembakau dan alkohol, telah menyebabkan meningkatnya konsumsi produk-produk yang berkontribusi terhadap kondisi kesehatan mulut dan NCD lainnya.

Berikut adalah beberapa penyakit mulut dan gigi dari yang ringan hingga parah.

1. Sariawan

Sariawan adalah luka terbuka pada jaringan lunak di dalam mulut, seperti lidah, pipi, dan bibir. Sariawan biasanya disebabkan oleh virus, bakteri, atau iritasi. Dilansir dari Cleveland Clinic, sariawan di mulut bisa menjadi hal yang mengkhawatirkan. Namun, penyakit ini bukanlah infeksi menular seksual (IMS) dan tidak dapat tertular atau menularkannya melalui ciuman atau berbagi makanan dan minuman. Selain rasa sakit dan ketidaknyamanan, sariawan biasanya tidak berbahaya dan akan hilang dengan sendirinya dalam satu atau dua minggu.

2. Gigi berlubang

Gigi berlubang adalah kerusakan pada email gigi yang disebabkan oleh bakteri. Gigi berlubang dapat menyebabkan rasa sakit, bau mulut, dan masalah makan. Dilansir dari WebMD, gigi berlubang didapatkan ketika bakteri lengket, yang disebut plak, menumpuk di gigi. Plak tersebut perlahan-lahan menghancurkan lapisan terluar yang keras atau enamel. Orang dewasa juga dapat mengalami masalah kerusakan gigi di garis gusi dan di sekitar tepi tambalan sebelumnya.

3. Gusi berdarah

Ini merupakan kondisi gusi mudah berdarah, terutama saat menyikat gigi. Penyakit gusi (gingivitis) disebabkan oleh penumpukan plak di bawah garis gusi. Hal ini dapat membuat Anda lebih sulit mengunyah dan bahkan berbicara.

4. Periodontitis

Penyakit ini merupakan penyakit gusi yang parah. Penyakit periodontal mempengaruhi jaringan yang mengelilingi dan menopang gigi. Penyakit ini ditandai dengan gusi berdarah atau bengkak (gingivitis), nyeri, dan terkadang bau mulut. Dalam bentuk yang lebih parah, gusi dapat terlepas dari gigi dan tulang penyangganya sehingga menyebabkan gigi menjadi goyang dan terkadang tanggal.

5. Edentulisme (kehilangan gigi total)

Kehilangan gigi umumnya merupakan titik akhir dari riwayat penyakit mulut seumur hidup, terutama karies gigi stadium lanjut dan penyakit periodontal yang parah, tetapi bisa juga karena trauma dan penyebab lainnya. Perkiraan prevalensi rata-rata global kehilangan gigi total hampir 7 persen di antara orang berusia 20 tahun atau lebih.

Untuk orang yang berusia 60 tahun ke atas, diperkirakan prevalensi globalnya jauh lebih tinggi yaitu sebesar 23 persen. Kehilangan gigi dapat menimbulkan trauma psikologis, merusak secara sosial, dan membatasi fungsi.

6. Kanker mulut

Kanker mulut mencakup kanker pada bibir, bagian mulut lainnya, dan orofaring. Jika digabungkan, kanker ini menduduki peringkat ke-13 kanker paling umum di seluruh dunia. Insiden global kanker bibir dan rongga mulut diperkirakan mencapai 377.713 kasus baru dan 177.757 kematian pada 2020.

Kanker mulut lebih sering terjadi pada pria dan orang lanjut usia. Kanker ini lebih mematikan pada pria dibandingkan wanita dan sangat bervariasi berdasarkan keadaan sosial-ekonomi. Penggunaan tembakau, alkohol dan pinang (sirih) merupakan salah satu penyebab utama kanker mulut. (Salma Permata Dewi)

Penulis : Redaksi
Bagikan

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terkini

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Terpopuler

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro