Ilustrasi suplemen
Health

Pentingnya Suplemen untuk Kecukupan Nutrisi Tubuh

Redaksi
Rabu, 25 Oktober 2023 - 17:02
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA — Mengkonsumsi suplemen membantu tubuh untuk memenuhi nutrisi yang kurang dari pola makan yang tidak gizi seimbang.

Namun, di Indonesia mengkonsumsi suplemen terbilang cukup rendah karena kurangnya kesadaran.

Faktanya kesadaran masyarakat Indonesia tentang pentingnya suplemen hanya terjadi pada saat Covid-19. Ketika Covid-19 masyarakat berbondong-bondong membeli vitamin C dan vitamin D untuk meningkatkan daya tahan tubuh.

Setelah pandemi konsumsi vitamin mulai berkurang. Padahal setelah pandemi tingkat interaksi dan pekerjaan mulai meningkat sehingga membutuhkan suplemen.

"Pentingnya mengkonsumsi suplemen telah terbukti pada saat pandemi. Hal ini terlihat ketika orang yang kekurangan vitamin C resiko terkena covid lebih tinggi. Selain itu, orang yang kekurangan vitamin D dan terkena covid maka keparahannya akan bertambah," ujar Manfred Eggersdrofer profesor Healty Aging University Medical Center Groningen dalam seminar Strategi Membangun Industri Suplemen Kesehatan Nasional Menuju Bangsa yang Maju dan Mandiri yang digelar Asosiasi Pengusaha Suplemen Kesehatan Indonesia (APSKI) Rabu (25/10/2023).

Profesor Manfred juga membandingkan ketentuan AKG (Angka Kecukupan Gizi) vitamin C di Indonesia dan China yang memiliki perbedaan angka yang cukup besar. Di Indonesia AKG vitamin C untuk perempuan hanya diperuntukkan sebesar 75 dan 90 untuk laki-laki. Sementara itu, di China AKG vitamin C mencapai 200 dan hal ini juga terjadi di negara lain seperti New Zealand.

Sementara itu, Prof. Dr. rer. Nat. Apt. Rahmana Emran Kartasasmita, M.Si., Guru Besar Sekolah Farmasi ITB yang juga menjelaskan pentingnya mengkonsumsi suplemen.

Profesor Rahman menjelaskan bahwa mengkonsumsi suplemen itu penting dilakukan setiap hari karena membantu memenuhi gizi yang tidak terpenuhi dari makanan. Profesor Rahman juga menjelaskan bahwa suplemen bukan obat tetapi hanya bentuknya yang menyerupai obat.

"Suplemen kesehatan pada dasarnya adalah makanan yang diolah dalam bentuk lazim untuk persediaan farmasi. Suplemen kesehatan memiliki kandungan zat gizi yang cukup banyak dan dapat dimanfaatkan untuk memenuhi kekurangan nutrisi," ucap profesor Rahman yang juga menjadi narasumber dalam seminar yang diadakan APSKI.

Di kota-kota besar nilai gizi mungkin tercukupi karena makanan dan juga kesadaran untuk mengkonsumsi suplemen kesehatan. Namun, hal ini tidak berlaku untuk di daerah pelosok karena terbukti masih banyak yang mengalami kekurangan nutrisi.

Dalam rangka ulang tahun APSKI ke 25 tahun, APSKI mencoba untuk meningkatkan nutrisi masyarakat sebagai bentuk mewujudkan Indonesia emas pada tahun 2045 mendatang.

Patrick Kalona yang merupakan Dewan Pembina APSKI menyampaikan beberapa strategi yang akan dilakukan APSKI mendatang.

Strategi pertama yang telah dilakukan dalam seminar tersebut adalah bertukar pikiran dengan badan POM (Pengawasan Obat dan Makanan), pihak kementerian kesehatan, dan kehadiran para profesor seperti prof. Emran, prof. Manfred, dan prof. Masafumi.

Dalam kesempatan tersebut, membahas tentang aspek regulasi yang berkembang dan bagaimana regulasi tersebut mampu mendorong industri suplemen kesehatan Indonesia.

"Strategi kedepannya yang didapatkan dari seminar tersebut adalah bagaimana bersama-sama dengan regulator bisa bersinergi untuk menciptakan industri suplemen untuk melakukan produksi dan juga meningkatkan sumber daya manusia yang handal," ucap Patrick. (Ernestina Jesica Toji)

Penulis : Redaksi
Bagikan

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terkini

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Terpopuler

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro