Walt Disney/ilustrasi
Entertainment

Disney Tambah Belanja Iklan di Instagram, Tinggalkan Twitter Gara-gara Cuitan Elon Musk

Mia Chitra Dinisari
Kamis, 14 Desember 2023 - 10:25
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Perusahaan-perusahaan besar AS termasuk Walt Disney dan Comcast meningkatkan belanja iklan di Instagram setelah setop sementara iklan di X bulan lalu.

Dikutip dari Reuters, para pemasar meninggalkan platform media sosial milik Elon Musk karena konten antisemit, demikian menurut Sensor Tower.

Disney (DIS.N) dan Comcast (CMCSA.O) meningkatkan pengeluaran mereka di AS untuk aplikasi milik Meta (META.O) masing-masing sebesar 40% dan sekitar 6% dalam dua minggu mulai 20 November. Sedangkan Paramount (PARA.O), belanja iklannya meningkat tiga kali lipat di Snapchat.

Angka-angka tersebut menggarisbawahi tantangan yang dihadapi Musk, yang pada akhir November melontarkan kata-kata kotor terhadap pengiklan yang telah membatalkan X, yang sebelumnya dikenal sebagai Twitter.

Miliarder tersebut telah kehilangan beberapa pengiklan setelah dia mendukung postingan antisemit yang secara keliru mengklaim bahwa anggota komunitas Yahudi memicu kebencian terhadap orang kulit putih. Dia telah meminta maaf karena membagikan postingan tersebut.

“Merek-merek cerdas dalam memilih pilihan ini, dan setiap permasalahan keamanan merek akan diatasi dengan alokasi ulang anggaran dari platform-platform yang bermasalah,” kata Felipe Thomaz, profesor pemasaran di Universitas Oxford.

Disney, Comcast, Paramount dan X tidak memberikan komentar terkait hal ini.

Data Sensor Tower menunjukkan 51 dari 100 pengiklan teratas AS di X sejak Oktober tahun lalu, ketika Musk membeli platform tersebut, telah menghentikan belanja iklan untuk platform tersebut pada November 2023.

Platform ini juga mengalami penurunan pengguna aktif bulanan sebesar 16% sejak pembelian, meskipun keterlibatan pengguna tetap stabil, kata firma intelijen pasar.

Bloomberg News melaporkan pada hari Selasa bahwa X berada di jalur penurunan besar dalam pendapatan iklan tahun ini menjadi sekitar $2,5 miliar.

“Sementara platform seperti X cenderung mempertahankan ceruk inti pengguna, tren keseluruhan menunjukkan konsumen mengganti aplikasi jejaring sosial berbasis teks dengan platform yang mengutamakan foto dan video,” kata perusahaan analisis seluler data.ai dalam laporan sebelumnya.

"Seiring dengan serangkaian kesalahan manajemen dan citra publik yang buruk terhadap X, ada pergeseran umum dalam penyerapan konten berita."

Bagikan

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terkini

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Terpopuler

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro