Suasana gerai kopi Starbucks di San Francisco, California, AS, Kamis (22/7/2021) Bloomberg/David Paul Morris
Entertainment

Ketika Gerakan Starbucks Endorse Idol Kpop Tak Berhasil

Restu Wahyuning Asih
Kamis, 28 Desember 2023 - 15:22
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Kerugian Starbucks dinilai cukup parah, terbukti dari gerakan boikot yang semakin meluas yang dilakukan oleh masyarakat dunia.

CEO Starbucks Laxman Narasimhan akhir-akhir ini membantah bahwa pihaknya dinilai salah oleh orang-orang di dunia. Terkait dengan masalah Israel vs Hamas, pihaknya justru mendukung gerakan kemanusiaan.

"Tidak ada yang lebih penting. Pendirian kami jelas. Kami membela kemanusiaan,” jelas Narasimhan, seperti dikutip dari Business Insider.

Meski sudah menjelaskan posisinya ini, keuangan Starbucks terlihat belum menujukkan pemulihan yang berarti.

Dikutip dari Bloomberg, saham Starbucks mengalami penurunan 1,6% pada awal Desember 2023. Bahkan penurunan yang terjadi selama 11 sesi ini menjadi yang paling lama sejak Starbucks didirikan pada tahun 1992.

Data penjualan pihak ketiga juga menunjukkan adanya perlambatan penjualan di Starbucks pada bulan November.

Starbucks diduga endorse idol Kpop

Di tengah menurunnya penjualan yang terus terjadi akibat boikot ini, Starbucks dituding mulai gunakan strategi endorse.

Endorse ini dilakukan Starbucks dengan mengget artis-artis Kpop, terlihat dari masifnya unggahan artis pada beberapa waktu belakangan.

Mengutip Ottpaly, setidaknya ada lebih dari 10 artis kpop yang terlihat mulai menunjukkan dukungan mereka terhadap Starbucks. Di antaranya ada Siwon Super Junior, Taeyeon SNSD, Jeon Somi, hingga member Seventeen.

Idol tersebut secara terang-terangan mengunggah foto dengan menunjukkan logo Starbucks. Padahal menurut kpopers, idol memiliki aturan ketat terkait iklan yang menunjukkan brand tertentu.

CEO perusahaan Shinsegae I&C Son Jung Hyu, yang memegang lisensi Starbucks di Korea, mengatakan bahwa pihaknya tidak memiliki keterkaitan dengan apa yang ditudingkan netizen saat ini.

Starbucks sebenarnya tidak memiliki saham di Starbucks Coffee Korea. Namun waralaba tersebut harus membayar royalti sebesar 5% untuk penggunaan nama merek dan logonya.

Meskipun begitu, banyak fans Kpop yang kemudian tetap menyuarakan boikot hingga memilih untuk tidak mengikuti idolanya lagi. Mereka menilai bahwa para idol hanya bersikap acuh dan munafik atas apa yang terjadi di Gaza.

"Hal ini sangat menganggu dan menjijikan, ketika para idol akan melakukan sensor dan menutupi logo ramen, namun mereka justru mendukung Starbucks dan menghasut penggemarnya untuk membeli kopi tersebut. Harusnya kita paham apa yang terjadi sekarang," tulis seorang netizen di X.

"Banyak idola Kpop menunjukkan dukungannya terhadap produk yang diboikot. Dan ini membuatku sedih karena perusahaan buta mengenai moral," tulis yang lain.

Dengan mengunggah foto Starbucks, para idol itu dinilai telah memegang sikap untuk mendukung Israel melakukan genosida terhadap Palestina.

Bagikan

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terkini

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Terpopuler

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro