Pemandangan umum kota menyusul peningkatan polusi udara di Teheran, Iran, 5 Desember 2023. Majid Asgaripour/WANA (Kantor Berita Asia Barat) melalui REUTERS
Health

Awas! Polusi Udara Tingkatkan Risiko Serangan Stroke

Mia Chitra Dinisari
Minggu, 14 Januari 2024 - 12:05
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Seorang dokter di India mengatakan risiko stroke meningkat dengan tingginya paparan polusi udara.

Emisi kendaraan, pembakaran bahan bakar untuk menghangatkan rumah, pembangkit listrik, dan produksi bahan kimia dianggap sebagai akar utama polusi udara.

Lalu lintas adalah penyebab utama polusi udara. Kendaraan yang membakar gas melepaskan karbon monoksida dan nitrogen oksida, yang merugikan kendaraannya sendiri.

Namun senyawa ini juga bereaksi dengan sinar matahari menghasilkan ozon, yang biasa disebut kabut asap, yang membahayakan sel.

Asap dari kebakaran, termasuk kebakaran hutan juga berkontribusi terhadap polusi udara. Paparan udara beracun dalam waktu lama dapat menimbulkan berbagai masalah pernapasan dan kardiovaskular.

Namun beberapa penelitian juga menunjukkan bahwa paparan kualitas udara buruk dalam jangka panjang atau pendek dapat menempatkan Anda pada risiko stroke.

Beberapa alasan polusi udara dapat meningkatkan risiko stroke

Dr. Tarun Sharma, Direktur Bedah Otak & Tulang Belakang, Rumah Sakit Marengo Asia Faridabad dilansir dari Timesofindia mengatakan kualitas udara yang buruk dikaitkan dengan perkembangan aterosklerosis, atau penumpukan kolesterol dan lemak di dinding arteri yang kemudian menebal dan menghalangi jalan masuk.

Kondisi ini dianggap sebagai faktor risiko stroke iskemik, menurut American Stroke Association.

Peningkatan kadar partikel halus (PM2.5) polusi udara dapat memicu tekanan darah tinggi baik dalam paparan jangka pendek maupun jangka panjang.

Tekanan darah tinggi dapat merusak pembuluh darah yang mengakibatkan penyempitan, pecah atau bocor. Tekanan darah tinggi juga dapat menyebabkan terbentuknya bekuan darah di arteri sehingga menghambat aliran darah ke otak dan berpotensi meningkatkan risiko stroke.

Berbagai polutan seperti nitrogen dioksida, ozon, karbon monoksida, dan sulfur dioksida ditemukan dalam polusi udara. Materi partikulat halus (PM2.5) adalah potongan kecil polusi padat atau cair yang dikeluarkan dari kendaraan bermotor, pabrik, pembangkit listrik, kebakaran, dan rokok. Paparan terhadap lingkungan beracun seperti itu dapat menyebabkan kerusakan pembuluh darah dan peradangan pada orang dewasa muda yang sehat. Kerusakan pembuluh darah meningkatkan risiko stroke.

Tinggal di udara yang tercemar juga dapat menyebabkan pembentukan gumpalan di otak yang dapat meningkatkan risiko stroke.
Menghirup udara beracun (yang mengandung hidrokarbon) dapat menyebabkan pengerasan arteri di otak sehingga menyebabkan risiko stroke.

Dampak (limbah berbahaya yang terbawa ke udara setelah ledakan nuklir) dari polusi udara merupakan bencana yang menghancurkan plak yang membengkak di arteri sehingga menyebabkan penyumbatan. Penyumbatan di arteri mengganggu aliran darah ke otak yang menyebabkan risiko stroke.

Pasien yang memiliki penyakit paru-paru seperti asma bronkial dan perokok sangat berisiko tinggi karena kadar oksigen yang lebih sedikit dalam darah.

Oleh karena itu, disarankan untuk tetap berada di dalam rumah ketika kualitas udara luar sedang buruk. Hindari keluar rumah tanpa menggunakan masker. Hindari jalan-jalan pagi, terutama di musim dingin. Makan makanan yang seimbang. Minumlah banyak air agar Anda tetap terhidrasi. Hindari konsumsi alkohol, dan tidak merokok.

Bagikan

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terkini

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Terpopuler

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro