Poster film Siksa Neraka/IMDb
Entertainment

Kena Banned, Ini Unsur Film Siksa Neraka yang Dilarang oleh Malaysia

Restu Wahyuning Asih
Selasa, 16 Januari 2024 - 13:47
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Malaysia dan Brunei Darussalam melarang penayangan film Siksa Neraka yang dirilis pada Desember 2023 lalu.

Antenna Entertainment, distributor film Indonesia, mengumumkan bahwa Siksa Neraka dilarang tayang di Malaysia dan Brunei Darussalam.

“Untuk yang sedang menunggu - Siksa Neraka dilarang di Malaysia dan Brunei,” tulis Antenna Entertainments melalui unggahan akun Instagramnya.

Pihaknya juga mengunggah foto poster Siksa Neraka yang diberi tulisan "Banned". Padahal film ini disebut-sebut sangat dinantikan di dua negara tersebut.

Sayangnya Antenna Entertainment maupuan Sutradara Siksa Neraka, Anggy Umbara, tak membeberkan alasan pelarangan film tersebut.

Tak hanya dilarang, film tersebut juga menimbulkan kritikan tajam karena dinilai terlalu sadis dan mempengaruhi keyakinan seseorang.

Mengutip dari pemberitaan TheThaiger, kritikan diberikan karena film ini mengusung cerita penyiksaan yang diyakini oleh ajaran Islam sebagai balasan dari tindakan yang salah.

Alasan lain mengapa film ini dilarang tayang juga disebabkan karena gagal memenuhi kriteria pemutaran di Malaysia.

Adapun unsur yang membuat sebuah film dinyatakan tidak lolos sensor di Malaysia adalah sebagai berikut.

Unsur Film yang Tidak Lolos Sensor di Malaysia:

Kekerasan

Unsur pertama yang menjadi pertimbangan penyensoran oleh Lembaga Penapis Filem Malaysia adalah adegan yang memuat anarkisme, kebencian atas pemerintah, hingga kejahatan yang berlebihan.

Film juga dilarang menampilkan adegan aksi penyiksaan manusia atau hewan.

Agama

Lembaga Sensor Film Malaysia juga melarang film yang menampilkan adegan anti-Tuhan, hingga menggambaran agama yang explisit.

Kemudian film dilarang juga menampilan adegan yang bertentangan dengan ajaran islam dan mempengaruhi seseorang membenci ajaran agama.

Sosial Budaya

Adegan lain yang dilarang yakni berkaitan dengan sosial budaya yang berpotensi merendahkan adat Melayu. Misalnya penindasan dan mengolok-olok suatu golongan.

Adegan Dewasa

Malaysia juga ketat dengan budaya Islam yang mana sebuah film dilarang menampilkan adegan dewasa seperti seks eksplisit, pakaian terlalu minim, hingga hubungan sesama jenis.

Bagikan

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terkini

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Terpopuler

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro