Jus Buah Tak Selalu Baik, Bisa Sebabkan Anak Obesitasn/Istimewa
Health

Jus Buah Tak Selalu Baik, Bisa Sebabkan Anak Obesitas

Mutiara Nabila
Rabu, 17 Januari 2024 - 16:05
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA -- Minum jus buah murni setiap hari kadang menjadi kebiasaan yang dinilai menyehatkan. Padahal, sebuah studi terbaru menunjukkan minum segelas atau lebih jus buah murni setiap hari bisa meningkatkan berat badan pada anak-anak dan orang dewasa. 

Berdasarkan penelitian yang diterbitkan di JAMA Paediatrics, dengan total 42 penelitian yang dilakukan epada 17 anak dan 25 orang dewasa, salah satu masalah mendasar dari minum jus adalah kuantitasnya. Mengonsumsi buah dengan cara ini membuat mudah mengalami overdosis dan kelebihan kalori. 

Peneliti nutrisi, dan profesor epidemiologi dan nutrisi, di Harvard T.H. Chan School of Public Health dan profesor kedokteran di Harvard Medical School di Boston, Dr. Walter Willett memberikan analogi, bahwa dalam segelas jus jeruk terdiri dari 3 buah jeruk murni.

"Seberapa sering seseorang makan tiga buah jeruk? Padahal, segelas jus jeruk setara dengan tiga buah jeruk yang dapat dikonsumsi dalam satu atau dua menit, dan kita dapat kembali meminumnya lagi, dan itu akan menambah banyak kalori dan menyebabkan lonjakan glukosa darah,” kata Willett, melansir Independent, Rabu (17/1/2024). 

Para ahli menyebutkan, seiring waktu, terlalu banyak gula dalam darah dapat menyebabkan resistensi insulin, sindrom metabolik, diabetes, penyakit jantung, obesitas dan kondisi kronis lainnya. 

Meskipun penelitian yang ada tidak menunjukkan hubungan sebab akibat secara langsung, namun temuan tersebut dinilai cukup valid dan sesuai dengan apa terlihat oleh para ahli secara klinis. 

Karena kekhawatiran atas meningkatnya angka obesitas pada masa kanak-kanak dan gigi berlubang, para ahli menyarankan orang tua untuk menghindari memberikan jus murni untuk bayi di bawah 1 tahun, membatasi asupan hingga 4 ons sehari untuk anak-anak berusia 1 hingga 3 tahun dan 6 ons sehari untuk anak usia 4 hingga 6 tahun.

“Tidak ada alasan kesehatan untuk mengonsumsi jus dibandingkan buah-buahan dan sayuran utuh kecuali anak Anda tidak dapat mentolerir makanan biasa,” kata Dr. Tamarra Hannon, Direktur Program Diabetes Pediatrik Riley Hospital for Children. 

Sementara itu, remaja dan orang dewasa disarankan minum tidak lebih dari 8 ons jus 100 persen murni sehari, dan jus tidak boleh dijadikan cara yang sehat untuk menghilangkan dahaga.

Mengkonsumsi jus buah, bagi para ahli sama dengan mengonsumsi makanan penutup, yang jika bisa dibatasi dan makan atau minum hanya sesekali. 

Hubungan Jus Buah dengan Kenaikan Berat Badan

Bagi sebagian orang, kekhawatiran akan konsumsi jus buah murni mungkin membingungkan, karena buah adalah makanan yang sehat. Lantas, apa bedanya buah dengan jusnya?

Menurut para ahli, buah-buahan dan sayuran utuh hadir dalam bentuk nutrisi, mengandung karbohidrat, protein, lemak, mineral dan vitamin yang semuanya terkandung dalam serat. 

Sedangkan, saat kita menghilangkan bentuknya, menghilangkan serat dan bagian struktural makanan, tubuh akan mencerna dan memetabolismenya dengan cara yang berbeda dari proses aslinya. 

Mengonsumsi apel utuh, misalnya, tidak meningkatkan kadar gula darah karena fruktosa, gula yang ditemukan secara alami dalam buah-buahan dan beberapa sayuran, dilepaskan secara perlahan ke dalam darah.  

Namun, meminum jus apel justru bisa membanjiri darah dengan fruktosa. Hal itu justru bisa berbahaya bagi organ tubuh, sehingga tubuh harus melakukan banyak mekanisme untuk membuang gula dengan cepat dan menjaga gula darah kita tetap normal.

Saat mengonsumsi kalori dalam bentuk padat, otak akan lebih baik dalam mencatat kalori tersebut dan menyesuaikan asupan makanan Anda. Tetapi jika Anda meminum kalori tersebut, mungkin tidak merasa kenyang dan akan mulai makan lagi.

Menurut penelitian itu, pada anak-anak, setiap tambahan porsi jus buah murni per hari dikaitkan dengan perubahan indeks massa tubuh, atau BMI, 0,03 lebih tinggi.

Selain itu, penelitian tersebut juga menunjukkan makanan dan minuman yang dikemas untuk anak-anak mengandung lebih banyak gula dan lebih rendah nutrisi.

Penulis : Mutiara Nabila
Bagikan

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terkini

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Terpopuler

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro