Ilustrasi generasi muda./Istimewa
Health

Produk Tembakau Alternatif Minim Dipakai Generasi Muda

Rio Sandy Pradana
Senin, 22 April 2024 - 08:10
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA – Produk tembakau alternatif faktanya masih jarang digunakan khususnya oleh generasi muda di bawah usia 18 tahun di negara maju seperti Inggris, Amerika Serikat, hingga Jepang.

Berdasarkan keterangan yang diterima, Senin (22/4/2024), survei National Youth Tobacco Survey 2023 yang dianalisis Food and Drug Administration, serta Centers for Disease Control and Prevention mencatat penggunaan produk tembakau yang dipanaskan di kalangan siswa sekolah menengah di Amerika Serikat hanya sebanyak 0,8 persen.

Sementara itu, hasil survei Action on Smoking and Health Youth dari King's College London, yang dipublikasikan pada September 2022, mecatat remaja di Inggris dengan usia 11-18 tahun yang menggunakan produk tembakau yang dipanaskan hanya 0,3 persen.

"Dari 2.151 remaja berusia 11 hingga 18 tahun, sebesar 0,9 persen pernah mencoba namun tidak lagi menggunakan produk tembakau yang dipanaskan dan 0,3 persen melaporkan pernah memakai produk tersebut," tulis hasil survei tersebut.

Negara Eropa lain seperti Belanda juga mengalami hal serupa. National Institute for Public Health and the Environment 2020 melaporkan penggunaan produk tembakau yang dipanaskan secara harian pada remaja usia 13-17 tahun sebesar 0 persen.

Di sisi lain, pemerintah Jepang yang melakukan Survei Gaya Hidup Remaja 2021, menemukan bahwa hanya 0,3 persen remaja dan siswa sekolah menengah tingkat atas yang menggunakan produk tembakau alternatif.

Padahal, produk tembakau alternatif dinilai bisa menjadi pengurang bahaya atau harm reduction untuk menekan angka prevalensi merokok.

Ketua Asosiasi Ritel Vape Indonesia (Arvindo) Fachmi Kurnia Firmansyah mengatakan produk tembakau alternatif dapat dioptimalkan perokok dewasa yang ingin mengubah gaya hidup dan beralih dari kebiasaannya.

Dia menjelaskan produk tembakau alternatif adalah produk penghantar nikotin tanpa proses pembakaran. Sebagian produk tembakau alternatif menerapkan proses pemanasan sehingga tidak menghasilkan TAR, partikel padat yang dihasilkan ketika rokok dibakar dan bersifat karsinogenik atau dapat menyebabkan kanker.

“Produk tembakau alternatif layaknya diperlakukan sebagai harm reduction untuk para perokok dewasa," katanya, Senin (5/2/2024).

Bagikan

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terkini

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Terpopuler

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro