Cari berita
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv

Berisiko Sakit Jantung? Coba Tes CT Koroner Angiografi

Bisnis.com, MAKASSAR--Tak dipungkiri, penyakit jantung kini menempati sebagai salah satu penyebab terbesar kematian manusia di tengah gaya hidup yang semakin tidak sehat.
M. Taufikul Basari
M. Taufikul Basari - Bisnis.com 01 Oktober 2013  |  19:15 WIB
Berisiko Sakit Jantung? Coba Tes CT Koroner Angiografi
Bagikan

Bisnis.com, MAKASSAR--Tak dipungkiri, penyakit jantung kini menempati sebagai salah satu penyebab terbesar kematian manusia di tengah gaya hidup yang semakin tidak sehat.

Menurut catatan WHO pada 2010, diperkiranan 30% penyebab kematian di Indonesia adalah karena serangan jantung.

Menurut CEO Siloam Hospital Makassar dr. David Santoso, tren penyebab penyakit jantung saat ini berasal dari gaya hidup yang tidak sehat. Menurutnya ada tiga faktor yang bisa jadi penyebab yakni pola makan tidak sehat, aktivitas fisik kurang, dan faktor genetik.

"Kalau faktor genetik bisa di-manage. Dua faktor lain yang kini paling sering menjadi penyebab sakit jantung, yakni pola makan tak sehat dan kurangnya aktivitas fisik," jelasnya.

Dalam setahun terakhir, katanya, sakit jantung menjadi satu dari sepuluh penyakit utama yang ditangani RS Siloam Makassar. Kegemaran masyarakat Sulsel makan daging merah, katanya, menambah risiko sakit jantung. 

Dalam kondisi normal, di dalam pembuluh jantung tidak boleh terdapat timbunan lemak atau kalsium.

Apabila timbunan itu dibiarkan, aliran darah tidak akan lancar ke jantung. Kondisi demikian akan menimbulkan rasa nyeri di dada, yang dapat berlanjut dengan serangan jantung.

Meski teknologi pengobatan sudah maju, katanya, sakit jantung seringkali terlambat ditangani karena serangan dalam hitungan menit bisa menyebabkan nyawa melayang.

Penanganan sakit jantung juga tidak murah. Pasang stent di jantung bisa menelan biaya Rp50 juta, sementara bedah jantung bisa mencapai Rp100 juta atau lebih.

Langkah paling tepat, katanya, adalah pencegahan atau penanganan lebih dini dengan mengetahui kondisi jantung.

David menyebutkan ada dua macam pemeriksaan yang dapat dijalani pasien dengan risiko penyakit jantung.

Pertama dengan pemeriksaan CT scan calcium scoring jantung, untuk mengetahui ada tidaknya kalsium dalam pembuluh darah. Kemudian dilanjutkan dengan CT koroner angiografi.

CT koroner angiografi merupakan metode pemeriksaan arteri koroner tanpa sakit dan tidak invasif. Caranya, bahan pewarna sinar X disuntik dari jarum plastik kecil ke urat darah (vein) di lengan, sehingga CT scan dapat dilakukan.

Pemeriksaan disarankan bagi mereka yang yang menderita nyeri dada, perokok aktif, mereka yang memiliki masalah dengan obesitas, penderita diabetes, pasien dengan keturunan penyakit jantung, penderita hipertensi, dan mereka yang memiliki kadar kolesterol tinggi.

"Siloam Hospital Makassar menawarkan paket pemeriksaan dengan biaya setengah dari harga normal," ujar Director Division Head Business Development Siloam Hospital Makassar Anne Serafina.

Paket My Cholesterol seharga Rp125.000, dengan layanan konsultasi doketer umum dan tes laboratorium berupa total kolesterol, HDL-kolesterol, LDL-kolesterol, trigliserida.

Adapun paket My Hearth ditawarkan dengan harga Rp375.000 yang meliputi konsultasi dengan dokter spesialis jantung, radiologi calcium score, dan tes laboratorium berupa total kolesterol, HDL-kolesterol, LDL-kolesterol, trigliserida, dan glokosa puasa.

Paket My CT Cardiac dengan biaya Rp1,8 juta adalah yang paling lengkap, meliputi konsultasi dengan dokter spesialis, radiologi CT cardiac dan calcium score, serta tes laboratorium kreatinin.

Sayangnya, menurut Anna, program ini hanya berlaku hingga akhir tahun ini dan tidak berlaku untuk seluruh rumah sakit Siloam, hanya di Makassar.  (ra)

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

makassar siloam sakit jantung ct koroner angiografi
Editor : Rustam Agus
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

Terpopuler

Banner E-paper
back to top To top