Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Desain Gaun Pengantin di Peragaan Busana

Dalam melakukan segala sesuatu, manusia tidak pernah terlepas dari bantuan orang lain termasuk juga dalam sebuah pesta pernikahan.
Inda Marlina
Inda Marlina - Bisnis.com 17 April 2014  |  19:28 WIB
Ilustrasi - Bisnis.com
Ilustrasi - Bisnis.com

Bisnis.com, JAKARTA - Dalam melakukan segala sesuatu, manusia tidak pernah terlepas dari bantuan orang lain termasuk juga dalam sebuah pesta pernikahan.

Alasan itu pula yang mendasari majalah Bazaar menggelar peragaan busana pengantin dengan tema It Takes Two To Tango akhir pekan lalu.

Pagelaran kolaborasi Billy Tjong dan Bvlgary yang dilaksanakan pada Sabtu (6/4/2014) memperlihatkan perpaduan yang menarik. Kolaborasi antara Billy Tjong dan Bvlgari bukan kali pertama, sehingga keduanya sudah memahami karakter masing-masing.

Penyesuaian gaun yang dipamerkan mengikuti beberapa jenis perhiasan dari yang bertema “ringan” hingga “berat”.

Nuansa “ringan” dan simpel dibawa dalam karya Billy pada awal peragaan. Warna-warna pastel seperti turquoise digunakan untuk gaun one piece selutut tanpa lengan. Dalam koleksi yang dipamerkan, perancang busana yang aktif sejak 2009 ini sering menggunakan bahan ringan yang dikreasikan dengan tumpukan bunga-bunga.

Warna turquoise pun berani diaplikasikan oleh Billy untuk stelan jas laki-laki dengan celana selutut yang memberi kesan santai tetapi juga bisa digunakan untuk pesta semiformal. Dalam desainnya kali  ini, dia terinspirasi oleh karya-karya lukisan romantisme pada abad 17 dan abad 18 yang menggunakan sosok pasangan sebagai obyek lukisan.

Billy mengatakan pemilihan desain gaun memang disesuaikan dengan perhiasan karya Bvlgari. Oleh karena itu, desain-desain yang dirancangnya haram untuk terlalu menonjol. “Perhiasan Bvlgary sudah didesain klasik dan keren, untuk mengimbanginya, pakaian tidak perlu terlalu menonjol agar bisa melengkapi,” katanya.

Menjajaki tengah pameran, gaun-gaun karya Billy bertransformasi menuju ke desain yang lebih formal dan berat. Namun, tetap sederhana meskipun terdapat satu gaun pengantin layaknya gaun pengantin klasik ala barat.

Sebagai penutup pagelaran, Ivan Gunawan yang telah berkarir di industri fashion selama 10 tahun menampilkan desain yang terinspirasi dari pasien kanker hati yaitu Emma Sadiani Gunawan.

Selama 8 bulan berjuang melawan kanker hati, tak sekalipun Emma mengeluh. Dia selalu tersenyum dan justru memberi semangat kepada orang-orang yang mencintainya untuk menerima penyakitnya. Kegigihan dan perjuangan Emma yang merupakan kakak Ivan inilah yang membuat Ivan Gunawan mengeluarkan koleksi busanaya gaun pengantin bertajuk Emma The Silent Princess.

Sebanyak 20 koleksi Emma The Silent Princess merepresentasikan karya yang indah, humoris, bersahabat, cantik dan memberi inspirasi bagi sekitar. (Deliana Pradhita Sari)


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

peragaan gaun pengantin
Editor : Sepudin Zuhri

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top