Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

IDRIS SARDI MENINGGAL: "Tolong Jangan Panggil Saya Maestro Atau Si Biola Maut"

Meski sudah mengukir sejumlah prestasi mengagumkan, sosok Idris Sardi tetap saja bersahaja dan rendah hati. Itu ditunjukkan dengan sikapnya yang tidak ingin ditinggikan, disanjung-sanjung.
Yusran Yunus
Yusran Yunus - Bisnis.com 28 April 2014  |  12:28 WIB

Bisnis.com, JAKARTA -  Rakyat Indonesia berduka cita mendalam atas kepergian sang maestro musik biola Indonesia, Idris Sardi (75), yang meninggal dunia Senin pagi (27/4/2014) pukul 07.28 WIB di Rumah Sakit Meilia Cibubur.

 

"Jangan panggil saya maestro. Si biola maut juga tidak. Jangan coba-coba. Panggil saja saya Mas Idris. Saya ini masih belajar, masih banyak yang lebih baik dari saya".

 

Meski sudah mengukir sejumlah prestasi mengagumkan, sosok Idris Sardi tetap saja bersahaja dan rendah hati. Itu ditunjukkan dengan sikapnya yang tidak ingin ditinggikan, disanjung-sanjung.

"Jangan panggil saya maestro. Si biola maut juga tidak. Jangan coba-coba. Panggil saja saya Mas Idris. Saya ini masih belajar, masih banyak yang lebih baik dari saya. Dulu mungkin saya populer. Tetapi orang besar belum tentu populer dan orang populer juga belum tentu orang besar," katanya dalam satu kesempatan, sebagaimana ditulis di blog rolfilm.

 Torehan Prestasi almarhum Idris Sardi:

Piala Citra, Tata Musik Terbaik FFI 1974 (Cinta   Pertama)

Piala Akademi Sinematografi, Tata Musik Terbaik II FFI   1974 (Rio Anakku)

Piala Citra, Tata Musik Terbaik FFI 1975 (Senyum Di   Pagi Bulan Desember)

Piala Akademi Sinematografi, Tata Musik Terbaik II FFI   1976 (Cinta)

Piala Citra, Tata Musik Terbaik FFI 1977 (Sesuatu Yang   Indah)

Piala Akademi Sinematografi, Tata Musik Terbaik II FFI   1979 (Pengemis dan Tukang Becak)

Penghargaan Khusus Piala MMPI, FFI 1981 (Para Perintis   Kemerdekaan)

Piala Citra, Tata Musik Terbaik FFI 1984 (Budak   Nafsu/Fatima)

Piala Citra, Tata Musik Terbaik FFI 1985 (Doea Tanda   Mata)

Piala Citra, Tata Musik Terbaik FFI 1986 (Ibunda)

Piala Citra, Tata Musik Terbaik FFI 1988 (Tjoet Nja'   Dhien)

Piala Citra, Tata Musik Terbaik FFI 1989 (Noesa Penida)

Piala Citra, Tata Musik Terbaik FFI 1992 (Kuberikan   Segalanya)

Nominasi Piala Citra FFI 1979, Tata Musik (Pengemis dan   Tukang Becak)

Nominasi Piala Citra FFI 1980, Tata Musik (Anna Maria)

Nominasi Piala Citra FFI 1982, Tata Musik (Sekuntum   Mawar Putih)

Nominasi Piala Citra FFI 1986, Tata Musik (Arie   Hanggara)

Nominasi Piala Citra FFI 1987, Tata Musik (Penyesalan   Seumur Hidup)

Nominasi Piala Citra FFI 1989, Tata Musik (Pacar   Ketinggalan Kereta)

Nominasi Piala Citra FFI 1991, Tata Musik (Potret)

Nominasi Piala Citra FFI 1991, Tata Musik (Soerabaia   45)

sumber: blog rolfilm

Kecintaannya terhadap dunia musik, juga beberapa kali diungkapkannya semasa hidup. "Membuat musik film dan musik kaset itu berbeda. Dalam musik film dibutuhkan totalitas dan pengorbanan untuk menyatukan visi dengan filmnya, bukan kehendak pribadi tapi kehendak gambar. Saya merasa di musik film lebih hidup"

Idris Sardi merasa bangga karena dipilih oleh semua sutradara film ternama di Tanah Air untuk menjadi ilustrator musik.

"Setiap sutradara berbeda dan saya beruntung semua saya dapat, dari Usmar (Ismail) sampai Wim (Umboh), saya dapat semua. Oleh sebab itu, saya kaya dalam imajinasi," tuturnya.

Beberapa film yang ilustrasi musiknya ditangani oleh almarhum yakni Cinta Pertama (Teguh Karya, 1973), Senyum di Pagi Bulan Desember (Wim Umboh, 1974), Sesuatu Yang Indah (Wim Umboh, 1976), Pengemis dan Tukang Becak (Wim Umboh, 1978), Budak dan Nafsu/Fatima (Sjuman Djaya, 1983), Doea Tanda Mata (Teguh Karya, 1984).

Kemudian, Ibunda (Teguh Karya, 1986), Tjoet Nja' Dhien (Eros Djarot, 1986), Pacar Ketinggalan Kereta (Teguh Karya, 1988), Noesa Penida (Galeb Husein, 1988), Arief Hanggara (Frank Rorempandey, 1985), Ranjang Pengantin (Teguh Karya, 1974), Nyi Ageng Ratu Pemikat (Sisworo Gautama Putra, 1983), Nyi Ageng Ratu Pemikat (Suzanna, 1983).


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Idris Sardi Wafat
Editor : Yusran Yunus

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top