TREN BUSANA: Emansipasi Kaum Adam

Fesyen diyakini telah menjadi bagian tak terpisahkan dari gaya hidup pria metropolitan di Indonesia. Kreasinya pun makin beragam dan variatif. Pria Indonesia siap tampil fashionable seperti para wanita, ujar perancang busana khusus pria Luwi Saluadji Probodiningrat.
Ana Noviani | 02 November 2014 13:55 WIB
Untuk melengkapi atasan tersebut, Luwi berkreasi dengan rancangan celana panjang poliester ketat yang nyaris menyerupai legging perempuan. - bISNIS.COM

Bisnis.com, JAKARTA - Fesyen diyakini telah menjadi bagian tak terpisahkan dari gaya hidup pria metropolitan di Indonesia. Kreasinya pun makin beragam dan variatif. “Pria Indonesia siap tampil fashionable seperti para wanita,” ujar perancang busana khusus pria Luwi Saluadji Probodiningrat.

Dalam Trend Show Ikatan Perancang Mode Indonesia (IPMI) 2015, Luwi memamerkan koleksi teranyar bertema Men’s World. Melalui koleksi ini, Luwi ingin menampilkan ragam busana pria yang komprehensif mulai dari busana formal, batik, kantoran, hingga kasual.

“Harus ada yang mengerjakan men’s wear di Indonesia, baik dalam paket international, maupun tradisional,”  ujar Luwi.

Menurutnya, pria punya cara ekspresi yang berbeda dalam hal fesyen. Namun saat ini, pria metropolitan Indonesia siap menggunakan pakaian yang sesuai dengan acara. “Bisa dikatakan sekarang ini era emansipasi berbusana para pria,” imbuhnya.

Peragaan Men’s World dibuka oleh busana kasual dalam balutan material linen, berupa kemeja dan jaket yang dipadukan dengan celana 3/4.

Selanjutnya, gaya  smart casual  muncul pada koleksi dari lini Luwi Saluadji Privatis (private collection) yang menampilkan koleksi kemeja berkualitas premium.

Pada sequence  ketiga, Luwi menampilkan kemeja dengan material tenun dan batik dari lini Tenun Saluadji dan Batik Probodiningrat.

Material tenun premium tampil dalam palet biru, krem, putih, abu-abu, dan merah. Motif khas tenun diaplikasikan sebagai dekorasi di bagian kerah dan tengah kemeja, serta melingkar di pergelangan tangan.

Adapun Batik Proboningrat tampil dengan perpaduan motif tradisional dan motif fauna-flora yang maskulin sekaligus feminin. Misalnya, motif batik kawung dengan ragam hias gajah, naga, kupu-kupu, dan bunga.

Batik itu diaplikasikan pada rancangan kemeja lengan panjang berbahu lebar dengan palet warna hitam, coklat muda, coklat tua, putih, dan merah maroon.

Tiba-tiba, panggung peragaan busana terhentak dengan kehadiran dua orang model pria yang memasuki runway sambil mengendarai motor besar pabrikan Inggris, Triumph.

Luwi memang sengaja mengangkat hobi berkendara roda dua untuk merepresentasikan sisi  playful seorang pria. Imajinasi ditumpahkan dalam ragam jaket kanvas dan kulit dengan warna tegas, seperti, hitam, merah menyala, biru muda, dan abu-abu.

Garis rancangan yang tegas sekaligus maskulin tampak pada jaket hitam tangan panjang berkerah lebar dan jaket berpotongan deep V-neck dengan palet kombinasi merah dan hitam. Ornamen resleting tampil sebagai dekorasi jaket Triumph.

Untuk melengkapi atasan tersebut, Luwi berkreasi dengan rancangan celana panjang poliester ketat yang nyaris menyerupai legging perempuan.

Peragaam Men’s World ditutup dengan koleksi setelan jas necis berdasi kupu-kupu. Konsisten dengan sesi sebelumnya, Luwi tetap menggunakan palet warna basic pada koleksi ini. Benar-benar koleksi yang merepresentasikan dunia maskulin laki-laki secara komprehensif.

Sumber : Bisnis Indonesia, Weekend (2/11/2014)

Tag : tren busana
Editor : Fatkhul Maskur

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top