Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Jangan Percaya Mitos Pil Kontrasepsi Hormonal

Masyarakat kerap masih mempercayai mitos tentang pil kontrasepsi hormonal. Hal tersebut menjadi faktor utama penyebab masih rendahnya penggunaan pil kontrasepsi hormonal.
Tisyrin Naufalty Tsani
Tisyrin Naufalty Tsani - Bisnis.com 24 Mei 2016  |  21:26 WIB
Pil KB - Boldsky.com
Pil KB - Boldsky.com

Bisnis.com, JAKARTA - Masyarakat kerap masih mempercayai mitos pil kontrasepsi hormonal. Ini menjadi faktor utama penyebab masih rendahnya penggunaan pil kontrasepsi hormonal.

Banyak perempuan takut menggunakan pil kontrasepsi hormonal karena merasa khawatir akan sulit hamil di masa mendatang, memicu tubuh menjadi gemuk, atau bahkan memicu kanker.

Menurut Dokter Spesialis Obstetri dan Ginekologi Boy Abidin, hal tersebut tidaklah benar. Menurut penelitian, penggunaan pil kontrasepsi hormonal tidak menyebabkan efek negatif pada tingkat kesuburan.

“Juga tidaklah benar bila semua pil kontrasepsi menyebabkan penambahan berat badan,” katanya melalui siaran pers, Selasa (24/5/2016).

Penelitian ilmiah menunjukkan bahwa penambahan berat badan bukan disebabkan oleh pemakaian pil kontrasepsi, tetapi karena faktor usia dan pola diet serta aktifitas fisik.

Dia menambahkan, bahwa penggunaan pil kontrasepsi sejatinya dapat menurunkan risiko kanker ovarium dan endometrial. Data menunjukkan, bahwa risiko kanker menurun pada perempuan yang menggunakan pil kontrasepsi untuk jangka waktu panjang. Penelitian juga menunjukkan, bahwa adanya penurunan risiko kanker endometrial sebesar 50% pada perempuan yang menggunakan pil kontrasepsi.

Ketika orang berbicara tentang kontrasepsi oral, atau pil, biasanya mereka akan merujuk pada pil kontrasepsi kombinasi yang berisi estrogen dan progestin. Kombinasi hormon tersebut memberikan efek kontrasepsi dan mempertahankan siklus menstruasi yang teratur.

Pil kontrasepsi kombinasi tersedia dengan berbagai jenis progestin. Progestin tertentu memberikan efek non-kontrasepsi seperti melawan efek estrogen yang menyebabkan retensi air (berat baran meningkat) dan gejala terkait. Efek non-kontrasepsi lainnya termasuk pengobatan gejala emosional dan fisik premenstrual dysphoric disorder (PMDD), bentuk yang paling parah dari sindrom pramenstruasi (PMS).

Menurut Boy, pil kontrasepsi kombinasi merupakan metode kontrasepsi yang sangat dapat diandalkan untuk menghindari kehamilan, bila diminum secara konsisten dengan jadwal yang tetap dan benar. Tingkat kegagalannya ≤ 1 (kurang dari 1 dari 100 perempuan).

Banyak perempuan berpikir bahwa minum pil kontrasepsi itu repot karena sering lupa. Apabila seorang perempuan lupa dalam rentang waktu 12 jam, segera setelah ingat, minum pil yang terlupa dan pil yang berikutnya. Artinya minum sekaligus dua pil dalam satu hari.

 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

alat kontrasepsi
Editor : Nancy Junita
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top