Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Penuhi Gizi Anak Dengan Sarapan Sehat Sebelum Jam 9

Sarapan sehat merupakan hal yang sangat penting bagi tumbuh kembang anak. Pada saat bangun pagi, gula darah mengalami penurunan dan membuat anak menjadi lemas serta tidak bersemangat melakukan aktivitas.
Atiqa Hanum
Atiqa Hanum - Bisnis.com 25 Juli 2016  |  00:20 WIB
Anak-anak menikmati makanan sehat - Bisnis.com
Anak-anak menikmati makanan sehat - Bisnis.com

Bisnis.com, JAKARTA - Sarapan sehat merupakan hal yang sangat penting bagi tumbuh kembang anak. Pada saat bangun pagi, gula darah mengalami penurunan dan membuat anak menjadi lemas serta tidak bersemangat melakukan aktivitas.

Namun, kebiasaan sarapan sehat ini belum menjadi perhatian utama bagi orang tua di karenakan keterbatasan waktu dan kurangnya pengetahuan mengenai kriteria sarapan sehat yang ideal dan kapan sebaiknya melakukan sarapan.

Ketua Umum Pergizi Pangan Indonesia Hardinsyah mengungkapkan dalam kampanye “Sarapan Sehat Sebelum Jam 9” yang diadakan oleh Energen yakni gizi yang diperlukan setiap orang berbedabeda tergantung pada usia, jenis kelamin, ukuran tubuh dan aktivitasnya.

Pemenuhan didapatkan dari mana saja seperti halnya yang mengandung karbohidrat, protein, lemak, vitamin, dan mineral yang diperlukan oleh tubuh kita akan membantu memenuhi kebutuhan gizi dan memberikan energi untuk semangat belajar dan beraktifitas sepanjang hari.

Kebutuhan gizi tersebut harus dipenuhi sedikitnya seperempat dari kebutuhan harian tubuh pada saat sarapan, dengan kata lain porsi sarapan ideal adalah seperempat atau 25 persen dari kebutuhan asupan makanan sehari,” ucapnya dalam siaran pers, Minggu (24/7/2016).

Tidak hanya dilihat dari gizinya, dia menerangkan sarapan sehat di waktu yang tepat juga penting untuk diperhatikan. Idealnya sarapan sehat dilakukan sebelum jam 9 pagi. Tidak hanya bertujuan untuk mencegah lapar tetapi juga untuk pemenuhan gizi seimbang saat sarapan dibutuhkan anak untuk belajar, bermain, berkreasi dan berolahraga.

Sarapan sehat harus dibiasakan sejak dini untuk menjaga anak tetap bertenaga dan semangat belajar di pagi hari. Selain itu juga untuk meningkatkan kecerdasan otak anak,” tegasnya.

Dalam mengkonsumsi sarapan sehat ada kriteria sarapan ideal. Sarapan ideal harus memenuhi seluruh kebutuhan gizi makro yaitu karbohidrat, protein dan lemak dan air, serta gizi mikro seperti vitamin dan mineral yang mencukupi sekitar seperempat kebutuhan gizi harian anak agar dapat membantu mewujudkan anak sehat berprestasi,” imbuhnya.

Seorang dokter anak dari Ikatan Dokter Anak Indonesia Eva Devita Harmoniati mengatakan banyak masyarakat yang masih menganggap bahwa sarapan merupakan hal yang tidak penting, padahal sarapan merupakan hal yang sangat penting. Apalagi untuk anakanak yang masih dalam tahap pertumbuhan.

Selain itu, bebernya, pola makan yaitu makanan sehat dan mengandung zat gizi yang dikonsumsi secara teratur guna untuk memenuhi kebutuhan tubuh yang tepat pemberiannya dapat mempengaruhi dan melancarkan pertumbuhan sekaligus perkembangan anak.

Banyak faktor yang mempengaruhi pertumbungan dan perkembangan anak antara lain yaitu nutrisi, kasih sayang, dan stimulasi,” ujarnya.

Nutrisi yang tepat dan lengkap, lanjutnya, menjadi dasar bagi tumbuh kembang yang optimal selain itu Keterlibatan maksimal orang tua dalam pengasuhan terbukti dapat membantu anak tumbuh dan berkembang dengan lebih baik serta stimulasi dari lingkungan sekitarnya seperti interaksi langsung dengan anak lain maupun penyediaan alat main ikut mempengaruhi proses tumbuh kembang pada anak.

Gizi merupakan salah satu poin penting dalam tumbuh kembang anak. Untuk memenuhi kebutuhan energi dan zat gizi pada anak usia pertumbuhan maka 5 kali waktu makan yaitu sarapan, makan siang, makan malam dan 2 kali makan selingan harus dipenuhi.

Di samping itu, sarapan menempati posisi sangat penting dibandingkan makan siang atau makan malam. Sarapan merupakan makanan khusus untuk otak, karena sarapan berhubungan erat dengan kecerdasan mental dan memberikan nilai positif terhadap aktifitas otak anak,” paparnya.

Dia menambahkan ini adalah kondisi di mana anak tidak mengonsumsi sarapan maka hal itu akan berdampak pada kebutuhan gizi tidak akan cukup untuk anak melakukan aktivitas sehari hari dan juga menjadikan kualitas tumbuh kembang anak akan lebih rendah dari pada anak yang terbiasa sarapan.

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

anak gizi tumbuh kembang anak sarapan
Editor : M. Syahran W. Lubis

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper
To top