Luapan Emosi dalam Koleksi Perhiasan Atelier Pedra

Perhiasan adalah penunjang penampilan. Tanpa aksesori pun, sebenarnya seseorang bisa bergaya maksimal. Namun, adanya sentuhan perhiasan dapat memberi kharisma yang lebih kuat pada keseluruhan look.
Wike Dita Herlinda
Wike Dita Herlinda - Bisnis.com 20 Agustus 2016  |  10:03 WIB
Luapan Emosi dalam Koleksi Perhiasan Atelier Pedra
Atelier Pedra

Perhiasan adalah penunjang penampilan. Tanpa aksesori pun, sebenarnya seseorang bisa bergaya maksimal. Namun, adanya sentuhan perhiasan dapat memberi kharisma yang lebih kuat pada keseluruhan look.

Cukup dengan menggunakan satu itemaksesori saja, siapapun bisa mencuri perhatian dengan gayanya. Apalagi, jika aksesori yang dipilih mengandung desain yang berkarakter dan memberi aksen yang menonjol pada penampilan.

Saat ini, ada begitu banyak label aksesori lokal premium yang bermunculan di Tanah Air. Namun, tidak banyak dari mereka yang berhasil menawarkan karakter kuat di balik desain simpel dalam koleksinya.

Salah satu label aksesori yang cukup mampu mendatangkan nuansa eksotis dan pancaran kharisma dalam koleksinya adalah Atelier Pedra. Perhiasan mereka bisa menjadi highlightdalam penampilan, meskipun hanya menonjolkan desain yang sangat sederhana. 

Sebuah perhiasan bisa dikatakan memiliki karakter kuat jika mampu ‘mencuri perhatian’ meskipun disajikan dalam cutting yang sangat minimalis sekalipun. Hal itu terefleksi di dalam koleksi Atelier Pedra yang bertajuk The Grand Alterations. 

Label milik desainer Emiria Larasati tersebut adalah pioner perusahaanemotional jewelry di Indonesia. Sesuai konsepnya, koleksi di dalam label ini dipenuhi dengan desain-desain aksesori yang merupakan luapan atau perwujudan dari emosi sang perancang.

Lekuk yang tidak biasa pada set-set gelang, kalung, maupun cincin yang mereka tawarkan menggambarkan proses produksi yang menggunakan skilltinggi. Pada beberapa set, gaya minimalis ditabrakkan dengan sentuhan etnik dan tradisional khas Indonesia.

Emiria sendiri mendesain aksesorinya seperti layaknya artisan dari berbagai tempat eksotis di Tanah Air. “Saya belajar kerajinan di Bali ketika melakukan perjalanan aktualisasi diri pada 2012, dan memulai Atelier Pedra setelahnya untuk aktualisasi ide-ide saya,” jelasnya.

Jika dilihat, koleksi The Grand Alterationsmenyuguhkan set-set perhiasan yangedgy. Sebagian set dihiasi dengan aksen ukiran bulu angsa yang merefleksikan emosi dari pembuatnya dan memberi karakter kuat bagi pemakainya.

Menurut Emiria, proses mendesain dari koleksi tersebut sangat unik dengan mengeksplorasi berbagai material, teknik, dan desain. Hal tersebutlah yang menjelaskan mengapa perhiasan yang dihasilkan memiliki cutting tidak linier dan terkesan eksklusif.

“[Dalam merancang perhiasan] Saya menggunakan pendekatan yang menyatukan perasaan dan kualitas dari sebuah fine jewelry, serta gabungan bentuk-bentuk kontemporer yang diukir oleh para perajin berpengalaman,” jelasnya.

Menurutnya, desain dari koleksi perhiasan dari label tersebut sangat cocok dan fleksibel untuk digunakan ke segala macam acara dan bisa disesuaikan dengan berbagai macam karakter pemakai.

Selain itu, desainnya yang simpel tapi berkharisma cenderung tidak lekang digerus waktu (timeless), karena dibuat bukan dengan mesin, tetapi dengan perhatian dan emosi penuh dari tangan para perajin.

“Perhiasan ini didesain khusus bagi mereka yang mampu mengapresiasi jiwa-jiwa yang mengerjakan koleksi ini dan mampu menonjolkan interaksi yang kuat antara perhiasan dan pemakainya.”

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
fashion, perhiasan

Sumber : Bisnis Indonesia Minggu (20/8/2016)

Editor : Gita Arwana Cakti
KOMENTAR


0   Komentar

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top