Bukan Adat Batak, Begini Konsep Pernikahan Kahiyang Jokowi dan Bobby Nasution

Rencana pernikahan putri Presiden Joko Widodo (Jokowi), Kahiyang Ayu dengan Bobby Nasution di Graha Saba Buana Solo pada 8 November 2017 akan mengusung konsep tradisional Jawa baik dari dekorasi gedung hingga prosesi acaranya.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 27 September 2017  |  06:25 WIB
Bukan Adat Batak, Begini Konsep Pernikahan Kahiyang Jokowi dan Bobby Nasution
Kahiyang Ayu dan Bobby Nasution - Instagram

Bisnis.com, SOLO - Rencana pernikahan putri Presiden Joko Widodo (Jokowi), Kahiyang Ayu dengan Bobby Nasution di Graha Saba Buana Solo pada 8 November 2017 akan mengusung konsep tradisional Jawa baik dari dekorasi gedung hingga prosesi acaranya.

Seperti diketahui Bobby berasal dari Sumatra Utara dan berdarah Batak (Tapanuli Selatan/Tapsel).

"Dekorasi gedung dan acara pernikahan Kahiyang-Bobby konsepnya semua tradisional Jawa," kata Gibran Rakabuming Raka kakak kandung Kahiyang selaku juru bicara keluarga, di Solo, Selasa (26/0/2017).

Menurut Gibran, acara pernikahan di awali dengan "Adang Pisan" atau menanak nasi yang dilakukan oleh orangtua Kahiyang, Joko Widodo dan Iriana.

Jokowi akan menyalakan api dan Iriana yang menanak nasi, prosesi itu bermakna keduanya akan memikul beban bersama-sama agar kegiatan berjalan lancar.

Setelah itu, kata Gibran, prosesi dilanjutkan dengan acara siraman atau mandi dengan air yang diambil dari tujuh sumber mata air. Tujuh atau bahasa jawanya (pitu), artinya "pitulungan" agar mendapatkan pertolongan.

Acara dilanjutkan dengan mengendong Kahiyang, atau dalam Bahasa Jawa disebut "Bopongan" yang dilakukan oleh Jokowi. Prosesi itu memiliki arti bahwa sebagai orang tua terakhir kali mereka memikul beban anaknya yang akan dinikahkan.

"Acara penikahan Kahiyang-Bobby hampir sama seperti saya dahulu. Hanya saja, saya tidak ada acara jualan dawet setelah acara siraman," kata Gibran.

Menyinggung soal dekorasi gedung, Gibran mengatakan akan dimulai pada Minggu (5/11/2017) malam, karena Sabtu dan Minggunya masih digunakan oleh orang lain. Dekorasi akan dilakukan selama dua hari, Senin (6/11/2017) dan Selasa (7/11/2017).

"Dekorasi gedung dengan waktu selama dua hari saya kira cukup baik di dalam maupun bagian luar. Semuanya nuansa tradisi Jawa," katanya.

Selain itu, kata Gibran, untuk menyambut para tamu undangan pada acara pernikahan tersebut juga ada alat musik Jawa (gamelan) baik di dalam gedung maupun di luar, serta tarian Jawa yang akan dimainkan seniman dari Institut Seni Indonesia (ISI) Surakarta.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
jokowi

Sumber : Antara

Editor : Nancy Junita

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top