Pemerintah Malaysia Larang Penayangan Film Padmaavat

Malaysia resmi melarang penayangan film Bollywood berjudul Padmaavat. Kementerian Dalam Negeri Malaysia menyatakan alasan pelarangan itu karena Padmaavat menampilkan sisi negatif dari karakter pemimpin Islam.
Ilman A. Sudarwan
Ilman A. Sudarwan - Bisnis.com 03 Februari 2018  |  09:49 WIB
Pemerintah Malaysia Larang Penayangan Film Padmaavat
Salah satu adegan dalam film Bollywood

Bisnis.com, KUALA LUMPUR - Pemerintah Malaysia resmi melarang penayangan film Bollywood berjudul Padmaavat. Kementerian Dalam Negeri Malaysia menyatakan alasan pelarangan itu karena dalam adegan film itu, pemimpin Islam Sultan Alauddin Khilji digambarkan sebagai sosok yang negatif.

Sebelum pelarangan oleh Pemerintah Malaysia, film ini banyak menuai kritik pedas di negerinya sendiri. Sejumlah kelompok masyarakat di India melayangkan tuntutan kepada sutradara Sanjay Leela Bhansali karena dianggap mendistrosi sejarah pemimpin Islam dengan menampilkannya sebagai kekasih dari Ratu Padmaavati dari klan kesatria Hindu Rajput.

Pada bulan lalu, Pengadilan Tinggi India mengizinkan film tersebut tayang secara nasional. Keputusan itu dinilai mengabaikan boikot yang dilakukan masyarakat di dua negara bagian India.

Alasan berbeda muncul di Malaysia. Pemerintah Malaysia keberatan dengan penggambaran Sultan Alauddin Khilji dalam film tersebut.

"Dia [sutradara] menggambarkan Sultan Allauddin Khilji sebagai sosok yang arogan, kejam, tidak manusiawi, jahat dan licik, tidak mampu dipercaya, dan tidak sepenuhnya mempraktikan ajaran agama Islam," tulis pihak Kementrian Dalam Negeri Malaysia dalam pernyataan resminya.

Badan Sensor Film Malaysia menyatakan film tersebut sebagai film yang "tidak disetujui untuk tayang".

Pihak distributor film India di Malaysia mengajukan banding untuk putusan tersebut, tetapi pihak kementerian menegaskan pengajuan tersebut ditolak pada Selasa (30/1/2018).

Selama ini, Film Bollywood sangat digemari oleh masyarakat Malaysia karena dari total penduduk sebanyak 32 juta orang, 7% dari etnis India.

Selain melarang film Bollywood, Pemerintah Malaysia telah beberapa kali melarang penayangan film-film Hollywood yang dianggap melecehkan agama.

Pada 1996, film Babe dilarang tayang karena menggunakan karakter babi sebagai tokoh utama. Pada 1998, film The Prince of Egypt menyusul dilarang tayang karena menyajikan cerita tentang Nabi Musa versi Injil.

Pada Mei tahun lalu, film Beauty and the Beast pernah dilarang penayangannya karena terselip adegan homoseksual dalam film tersebut.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
malaysia, bollywood, lembaga sensor film

Sumber : Reuters

Editor : Diena Lestari
KOMENTAR


Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top