Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Penyakit Katarak, Pasien Anak Ternyata Lebih Rumit Ditangani dari Orang Dewasa

Meskipun penderita katarak umumnya dialami oleh mereka yang berusia lanjut, tetapi pada beberapa kasus katarak juga dapat diderita oleh bayi dan anak.
Yoseph Pencawan
Yoseph Pencawan - Bisnis.com 24 Februari 2018  |  23:15 WIB
Dr. Ni Retno Setyoningrum, SpM(K), Ketua Layanan Children Eye & Squint Clinic JEC  Kedoya memberikan paparan mengenai penanganan katarak pada anak, Sabtu 24 Februaru 2018. - JIBI/Yoseph Pencawan
Dr. Ni Retno Setyoningrum, SpM(K), Ketua Layanan Children Eye & Squint Clinic JEC Kedoya memberikan paparan mengenai penanganan katarak pada anak, Sabtu 24 Februaru 2018. - JIBI/Yoseph Pencawan

Bisnis.com, JAKARTA - Meskipun penderita katarak umumnya dialami oleh mereka yang berusia lanjut, tetapi pada beberapa kasus katarak juga dapat diderita oleh bayi dan anak.

Menurut Dr. Ni Retno Setyoningrum, SpM(K), Ketua Layanan Children Eye & Squint Clinic JEC @ Kedoya, faktor penyebabnya antara lain karena terdapat infeksi atau malnutrisi ketika bayi berada dalam kandungan.

"Bayi yang lahir prematur, ibu terkena rubella atau toksoplasma akan meningkatkan kemungkinan bayi yang lahir memiliki gejala katarak," ujarnya di sela-sela kegiatan Bakti Katarak di Jakarta Eye Centre (JEC) Kedoya, Jakarta, Sabtu (24/02/2018).

Adapun prosedur operasi katarak pada anak, lanjut dia, lebih komplek dibandingkan dengan pasien dewasa. Bahkan, utuk memastikan operasi berjalan lancar dan nyaman, dokter harus melakukan anastesi umum.

Katarak masuk dalam kategori gangguan mata yang dapat dicegah dengan tindakan Operasi. Pada pasien anak, tindakan operasi bertujuan untuk mengganti lensa yang keruh dengan lensa buatan.

Pada bayi yang menderita katarak, tindakan operasi dilakukan terhadap anak pada rentang usia 2--4 bulan. Sebelum pelaksanaan, pasien anak harus menjalani pemeriksaan pra-operasi terlebih dahulu.

Meliputi kondisi awal sebelum operasi, perlu tidaknya ditanam lensa intraokular, sampai dengan pemeriksaan kondisi kesehatan secara menyeluruh guna memastikan anak telah benar-benar siap menjalani operasi.

Setelah pelaksanaan operasi, pasien anak juga perlu menjalani terapi amblyopia untuk membiasakan dengan kondisi mata yang baru. Karena itu dukungan dan perhatian dari orangtua dan keluarga menjadi faktor penting yang membantu kesembuhan penglihatan anak.

Memperingati hari jadinya ke-34 tahun, Jakarta Eye Centre atau JEC menggelar berbagai kegiatan yang terkait dengan fungsinya sebagai pusat pengobatan mata, salah satunya adalah melaksanakan operasi katarak terhadap ratusan pasien, tanpa dipungut biaya.

 

 


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

katarak
Editor : Martin Sihombing

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top