Transaksi Muffest 2018 Tembus Rp38,9 Miliar

Gelaran Muslim Fashion Festival (Muffest) 2018 yang berlangsung pada 19-22 April 2018 berhasil melebihi target yang dicanangkan setelah nilai transaksinya mencapai Rp38,9 miliar.
Nur Faizah Al Bahriyatul Baqiroh | 23 April 2018 13:28 WIB
Model memperagakan rancangan busana muslim saat pembukaaan Muslim Fashion Festival (Mufest) Indonesia 2018 di Jakarta, Kamis (19/4/2018). - ANTARA/Wahyu Putro A

Bisnis.com, JAKARTA -- Gelaran Muslim Fashion Festival (Muffest) 2018 yang berlangsung pada 19-22 April 2018 berhasil melebihi target yang dicanangkan setelah nilai transaksinya mencapai Rp38,9 miliar.

Selama empat hari penyelenggaraan, jumlah pengunjung yang datang tercatat sebanyak 51.389 orang dan total nilai transaksi yang didapatkan mencapai Rp38,9 miliar atau melebih target yang sebesar Rp35 miliar.

Dalam keterangan resmi Bisnis, Senin (23/4/2018), melalui rangkaian program acara, fashion show, serta pameran, Muffest 2018 diklaim telah berhasil menampilkan keunggulan produk fesyen Muslim Indonesia. Dalam acara tersebut ditampilkan keragaman gaya dan desain busana Muslim berciri khas Indonesia, mengoptimalkan konten lokal serta tawaran tren fesyen Muslim Indonesia yang berbeda.

MUFFEST 2018 juga menghadirkan area pameran untuk 200 brand fesyen Muslim Indonesia dengan konsep ritel atau Business-to-Consumer (B2C) sekaligus mengarah pada Business-to-Business (B2B) untuk konsumen ritel maupun buyer.

Menunjang pameran, digelar pula rangkaian fashion show yang menampilkan keragaman karya 100 desainer dan merek fesyen Muslim di Indonesia, mulai dari gaya konvensional hingga kontemporer yang sesuai dengan Indonesia Trend Forecasting (Muslim Fashion Trend) 2018/2019.

Dengan memperkuat kompetensi dan sinergi, produk fesyen Muslim Indonesia dipastikan dapat menguasai pangsa pasar lokal sekaligus mampu bersaing di pasar global.

Sebelumnya, Kementerian Perindustrian (Kemenperin) menargetkan pertumbuhan industri busana Muslim dapat membantu mengerek ekspor produk fesyen secara keseluruhan. 

"Target [pertumbuhan 2018] 10% dari total pencapaian sebelumnya," ungkap Direktur Jenderal (Dirjen) Industri Kecil dan Menengah (IKM) Kemenperin Gati Wibawaningsih.

Kemenperin optimistis pertumbuhan tersebut dapat tercapai karena melihat perkembangan industri busana Muslim yang terus merangkak naik seiring semakin luasnya pasar dan meningkatnya jumlah penduduk Muslim di dunia.

Laporan Global Islamic Economy (GIE) menyebutkan pasar busana Muslim dunia pada 2016 bernilai US$254 miliar. Nilainya diproyeksi meningkat menjadi US$373 miliar pada 2022. 

Hal ini sejalan dengan nilai ekspor komoditi fesyen yang juga terus menunjukkan kenaikan. Berdasarkan data Kemenperin, nilai ekspor produk fesyen Indonesia pada 2017 mencapai US$13,29 miliar atau tumbuh 8,7% dari tahun sebelumnya.

Tag : busana muslim
Editor : Annisa Margrit

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top