Lenggok Model Cantik Tampilkan 6 Set Busana Denny Wirawan di JF3 2018

Desain corak dan ornamen yang atraktif dari wastra Indonesia di tanah Legok Kalong, sebuah desa di Jawa Tengah atau sekarang dikenal dengan Pekalongan, telah memikat Denny Wirawan.
Yoseph Pencawan | 25 April 2018 01:48 WIB
Koleksi busana Denny Wirawan di JF3 2018. - JIBI/Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA - Desain corak dan ornamen yang atraktif dari wastra Indonesia di tanah Legok Kalong, sebuah desa di Jawa Tengah atau sekarang dikenal dengan Pekalongan, telah memikat Denny Wirawan.

Hingga kemudian desainer yang terlibat dalam New York Fashion Week tahun lalu itu menampilkan 6 set koleksi busana wanita siap pakai bertema Legok Kalong Spring Summer 2018 di Ballroom Harris Hotel & Conventions Kelapa Gading, dalam perhelatan Jakarta Fashion and Food Festival (JF3) 2018.

"Koleksi ini sebagai salah satu bentuk komitmen saya mengangkat khazanah Kain Negri yang memiliki keunikan dalam motif dan kaya akan filosofi ke panggung fashion agar dapat diakses oleh pecinta fashion tanah air," ujarnya di sela-sela peragaan busana JF3 2018, Selasa (24/4/2018).

Bergaya kasual, tenang tetapi tetap elegan menjadi keterkaitan yang diusung dalam koleksi Legok Kalong. Unsur Cross Culture dari beberapa budaya di Asia seperti Indonesia, Thailand dan Vietnam dengan nafas oriental menjadi inspirasi utama yang menghiasi gaya busananya kali ini.

 
 

Aroma iklim tropis daerah pemandangan yang unik, eksentrik dan artistik tak luput dalam alur dan garis yang dihadirkan dan Denny juga masih setia dengan ciri khas tabrak motif (pola benturan). Yakni perpaduan motif khas Batik Pekalongan, seperti motif flora, motif burung Pheonix, motif Jlamprang atau geometrik dengan warna-warna pastel redup.

Dihadirkan dalam jenis batik cap dan batik tulis dari bahan katun cantik dengan atasan berteknik bordir yang dihadirkan di atas kain satin organza. Ekspresi kebebasan juga terperinci dalam detail yang beragam. Mulai dari bordir yang diaplikasikan pada atasan ringan melambai dan luar serta teknik lipatan yang diaplikasikan pada saat yang sama dengan konsep padu padan berlapis.

Sementara itu, terinspirasi dengan Kain Negeri dari Garut, Liliana Lim mengangkat "WAAS" sebagai tema koleksi untuk Kain Negeri 2018. Menurutnya, WAAS dalam bahasa sunda memiliki arti rasa hati saat mengapresiasi karya seni yang indah dan berkualitas.

Liliana juga menghadirkan 6 karya rancangan busana yang memakai kain tenun yang dibatik dan disempurnakan dengan sulaman yang cantik. Liliana memadukan kain tenun Garut dengan kain-kain modern seperti Jeans, Jaquard dan Lace untuk mendapatkan garis rancangan yang modern dan minimalis.

 

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top