Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Ironis, 70% Perokok Berasal dari Keluarga Tak Mampu dan Usia Produktif

Ancaman konsumsi tembakau di Indonesia sudah sangat mengkhawatirkan. Beberapa studi klinis membuktikan bahwa merokok mengakibatkan penyakit kardiovaskular dan meningkatkan kejadian jantung koroner.
Asteria Desi Kartika Sari
Asteria Desi Kartika Sari - Bisnis.com 23 Juni 2018  |  10:28 WIB
Seorang pria memegang kemasan rokok di Paris (25/9/2014). - Istimewa
Seorang pria memegang kemasan rokok di Paris (25/9/2014). - Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA -- Ancaman konsumsi tembakau di Indonesia sudah sangat mengkhawatirkan. Beberapa studi klinis membuktikan bahwa merokok mengakibatkan penyakit kardiovaskular dan meningkatkan kejadian jantung koroner.

Mengenai konsumsi tembakau di Indonesia, Ketua III Yayasan Jantung Indonesia dan Ketua Harian Komnas Pengendalian Tembakau Laksmiati A. Hanafiah mengemukakan kedaruratan atau ancaman bahaya tembakau sebenarnya sudah sering diinformasikan kepada masyarakat.

Namun, kesadaran dan kepedulian terhadap hal ini sampai saat ini masih dirasa kurang.

Hal ini terbukti dengan makin tingginya konsumsi tembakau di kalangan perokok muda, perokok baru sebagai dampak maraknya iklan gaya hidup dari kalangan industri rokok yang menyesatkan seperti "merokok itu keren".

“Yang menyedihkan adalah sebagian besar perokok sekitar 70% berasal dari keluarga miskin dan usia produktif, seharusnya uang yang digunakan untuk membeli rokok bisa dialokasikan untuk membeli makanan dan minuman," ujarnya, seperti dikutip Bisnis, Sabtu (23/6/2018).

Laksmiati menambahkan fenomena yang ditemukan yaitu masih murahnya harga rokok di Indonesia sehingga mendorong tingginya konsumsi rokok.

"Karena itu, salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk menurunkan konsumsi rokok adalah dengan meningkatkan harga produk ini," tuturnya.

Menurut Laksmiati, pengendalian konsumsi tembakau harus dilakukan secara holistik dan terintegrasi, baik oleh pemerintah maupun masyarakat. Pendidikan tentang bahaya tembakau dapat dimulai dari keluarga, sekolah dan komunitas-komunitas untuk membantu menghindari munculnya generasi penerus konsumen zat adiktif ini.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

perokok
Editor : Annisa Margrit
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top