Begini Tip Melawan Malas Seusai Libur Panjang

Libur panjang yang diharapkan dapat memicu semangat, tak jarang malah menurunkan motivasi kerja. Jika sudah seperti ini maka harus segera diatasi. Salah satunya dengan memacu lagi motivasi dari dalam diri.
Dika Irawan
Dika Irawan - Bisnis.com 29 Juni 2018  |  17:59 WIB
Begini Tip Melawan Malas Seusai Libur Panjang
Ilustrasi - grupatravel.pl

Bisnis.com, JAKARTA – Libur panjang yang diharapkan dapat memicu semangat, tak jarang malah menurunkan motivasi kerja. Jika sudah seperti ini maka harus segera diatasi. Salah satunya dengan memacu lagi motivasi dari dalam diri.

Psikolog, Rose Mini Agoes Salim menuturkan semangat atau motivasi itu datangnya dari dalam dan luar diri. Kalau dari eksternal, misalnya, saya harus membuat target. Untuk mencapai target itu, maka seseorang harus giat bekerja. “Jadi ada iming-iming dari eksternal,” ujarnya kepada Bisnis.com, Jumat (29/6/2018).

Sedangkan dorongan internal itu, misalnya, ketika seseorang melakukan satu pekerjaan maka menimbulkan kepuasan luar biasa. Motivasi ini berasal dari dalam diri.

Terkait dengan libur panjang, hal itu menjadi reward bagi diri sendiri. Dengan liburan, seseorang akan tambah bersemangat saat masuk kerja.

Sayangnya tidak semua orang seperti itu. Malah, ketika libur malah kehilangan arah. Mereka terlena karena selama libur tak ada target dan deadline. Hal inilah yang menyebabkan turunnya motivasi kerja.

“Sebaiknya kita tidak boleh lupa. Jika terlalu terlena bisa-bisa merugikan diri sendiri. Sebab kita kehilangan motivasi,” ujarnya.

Untuk memunculkan motivasi, menurut Rose perlu dilihat kepuasan yang didapat. Misalnya, ketika kerja bukan sekadar imbalan yang dicari. Melainkan target yang membuat diri menjadi lebih baik. “Dalam hal ini kita mesti menantang diri sendiri untuk menyelesaikan atau membuat target-target baru dalam bekerja. Hal ini semua harus ditimbulkan dari diri sendiri,” ujarnya.

Di samping itu, sebaiknya pekerjaan jangan dilihat sebagai beban. Sebaliknya, mesti dipahami sebagai bagian dari eksistensi. Bagian dari penyemangat. Dengan memiliki pekerjaan, seseorang percaya diri berbicara di hadapan teman-teman. Bayangkan bila orang tidak punya pekerjaan. Mereka tidak mempunya eksistensi.

“Hal inilah yang perlu direnungkan. Jika kita malas-malasan maka akan berdampak pada hasil pekerjaan. Bila tidak dibenahi bukan tak mungkin akan kehilangan pekerjaan.”

Selain itu agar libur tidak menjadi demotivasi, Rose mengingatakan sebaiknya jangan terlalu lama. Maksudnya jangan sampai hari terakhir. Keesokan harinya langsung masuk kerja. Namun sediakan 1 hingga 2 hari untuk recovery terlebih dahulu. Hal ini untuk berguna untuk tubuh dan pikiran adaptasi.

“Mengingat ketika libur, kondisinya santai. Kita biasa mengkonsumsi apa saja. Pola tidur berubah karena puasa. Sebab bila tidak, maka membuat tidak nyaman karena terlalu lelah.”

Kurang lebih hal ini sama ketika anak sekolah libur. Ketika mereka mendapat libur 5 hari. Maka di hari keempat atau ketiga sudah pulang ke rumah untuk bersiap-siap masuk sekolah. Begitu juga dengan pekerja kantoran.

“Waktu recovery ini dapat dimanfaatkan untuk meninjau kembali pekerjaan dan menyesuaikan hidup normal. Jangan langsung kerja begitu masuk kantor. Tetapi kita menyapa rekan-rekan terlebih dahulu. Mengatur kembali target-target pekerjaan.”

Hal lainnya, segera move on dari liburan. Jika ada hal yang belum tercapai saat liburan. Maka sebaiknya hal itu buat target untuk mencapai pada liburan berikutnya. Jangan terlalu dipikirkan atau terobsesi dengan hal itu karena akan menghambat motivasi kerja.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
psikologi, motivasi

Editor : Fajar Sidik
KOMENTAR


Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top