'Menapak Koridor Tengah', Buku Rekomendasi bagi Pencinta Sejarah Politik

Salah satu mantan Menteri di era Orde Baru Sarwono Kusumaatmadja baru saja merilis buku berjudul "Menapak Koridor Tengah" yang diperuntukkan untuk khalayak umum.
Eva Rianti | 27 September 2018 18:41 WIB
Penulis buku Menapak Koridor Tengah Sarwono Kusumaatmadja - Bisnis / Eva Rianti
Bisnis.com, JAKARTA -- Salah satu mantan Menteri di era Orde Baru Sarwono Kusumaatmadja baru saja merilis buku berjudul "Menapak Koridor Tengah" yang diperuntukkan untuk khalayak umum. 
 
Buku ini merupakan cetakan ketiga, sementara cetakan pertama dan kedua dipublikasikan terbatas untuk kalangan keluarga dan kerabat dekat. 
 
"Buku ini merupakan cetakan pertama yang dibuka untuk umum," kata Sarwono dalam jumpa pers peluncuran bukunya di Gedung Manggala Wanabakti, Jakarta, Kamis (27/9/2018).
 
Buku memoar Sarwono tersebut merupakan kisah hidupnya sepanjang 40 tahun dari 1948--1988 dari masa kecilnya sebagai seorang yang memiliki kelemahan motorik hingga menjadi orang penting di Negeri ini. 
 
Sarwono menceritakan bahwa "koridor tengah" yang menjadi judul dalam buku itu maksudnya tentang kejadian di jaman orde baru dimana waktu itu terdapat dua batas yang tidak boleh dilanggar.
Pertama, Undang-Undang Dasar, Pancasila, dan NKRI. Kedua, tidak boleh membicarakan pergantian presiden. 
 
"Kedua batasan itu jadinya konstitusi dan suksesi. Nah, untuk selamat dari itu perlu manuver diantara kedua batas itu. Pengalaman manuver di tengah itu yang diceritakan (dalam buku ini)," jelasnya. 
 
Dia menambahkan bahwa di jaman orde baru segala hal dijaga dengan pendekatan security, berbeda dengan sekarang yang dijaga dengan demokrasi. 
 
Di dalam buku berisi empat bab ini diceritakan seputar ajakan dari pemerintah di jaman itu (Orang Cendana) kepada Sarwono untuk menjadi "orang dalam", namun dia dengan berani menolak. 
 
"Dalam pemerintahan di manapun, Presiden ataupun Perdana Menteri (PM) itu mempunyai inner circle. Wajar saja kalau Pak Harto punya kelompok itu. Tetapi saya sempat mempelajari dan itu tidak cocok dengan pembawaan saya," tutupnya. 
 
Sarwono merupakan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara pada 1988 dan memegang posisi sebagai Menteri Lingkungan Hidup pada 1993.
Tetap menduduki jabatan penting, pada 1999 dia menjadi Menteri Eksplorasi Kelautan Indonesia. 
Tag : buku, sejarah, sarwono kusumaatmadja
Editor : Rustam Agus

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top