Bergaya Nyentrik dengan Denim

Terinspirasi gaya 1980-an dan 1990-an, Project x Rigio menyajikan 15 looks berbahan dasar denim yang disulap ke berbagai gaya yang unik dan nyentrik dalam pagelaran busana Plaza Indonesia Men’s Fashion Week.
Asteria Desi Kartika Sari | 21 Oktober 2018 00:26 WIB
Danjyo Hiyoji - Bisnis.com

Meskipun tren selalu berputar, fesyen denim tak pernah lekang dikreasikan dalam desain kekinian. Tak hanya jaket, berbagai variasi model pakaian berbahan denim dihadirkan guna menyesuaikan tren.

Terinspirasi gaya 1980-an dan 1990-an, Project x Rigio menyajikan 15 looks berbahan dasar denim yang disulap ke berbagai gaya yang unik dan nyentrik dalam pagelaran busana Plaza Indonesia Men’s Fashion Week.

Pada rancangan busana siap pakai kali ini, mereka ingin menampilkan mode yang mewakili beberapa profesi dengan tajuk Hustler.

Creative Director Rigio Sergio Berlino mengatakan Hustler tersebut merepresentasikan 15 orang yang tinggal di metropolitan dengan beragam profesi seperti baju montir, homeless, musisi, model, artis hingga pengusaha. “Walaupun latar belakang beda tapi objeknya sama. Sesimpel itu,” ucap Sergio.

Untuk menggambarkan busana lintas profesi agar tetap modis, dia merancang busana dengan berbagai siluet dari potongan kasual ukuran besar seperti kemeja, jaket, mantel, hingga celana gombrong.

Selain itu, pihaknya juga melakukan perpaduan warna yang tampak harmonis. Kombinasi warna tersebut seperti biru dongker dan putih, serta warna ceria abstrak yang dilukis di atas material denim. “Fashion it's about perspective and identity. Menurut saya kalau kita bisa menghadirkan mode dengan kepribadian secara baik, buat saya itu sukses,” lanjut Sergio.

Menurutnya gaya fesyen kasual dan sportif menjadi garis desainnya, untuk mengutamakan kenyaman dalam berbagai kegiatan. Guna memberikan kesan mewah balutan busana tersebut, dia mengkombinasikan denim dengan kain tule dan linen.

Tak hanya itu, beberapa aksesori juga disematkan seperti sepatu kets, kaos kaki olahraga, dan kacamata. Tak lupa penggunan ornamen seperti karung goni dan tongkat baseball semakin mencuri perhatian. Rancangan Rigio tersebut juga menampilkan empat koleksi baju perempuan dengan potongan seksi crop-top.

Lewat koleksi teranyarnya, Rama Dauhan juga menampilkan rangkaian denim yang diolah dengan beragam teknik pencucian seperti ice wash, enzyme wash, garment wash, bleaching, spray PK, splatter PK, dan destroy. Lalu bordir, sablon, serta beragam tambahan bahan seperti katun dril yang menambah spirit tren mode dunia 2019.

MAITREYA

Bertajuk  Maitreya yang artinya “Ramah dan Bersahabat”, Rama terinspirasi dari kedai pinggir jalan yang memberikan kesan sederhana dan dekat dengan keseharian memberikan pilihan kepada  pecinta mode untuk mengeksplorasi gaya street fashion, muda, unik tetapi tetap terasa dekat.

“Bahan denim yang dipadu dengan motif garis dan warna khaki serta coklat menambah kaya koleksi. Sentuhan warna dari hasil sablon pada t-shirt putih dengan konsep white on white membuat tampilan koleksi jalanan ini terlihat modern,” kata Rama.

Beragam volume nyaman khas Rama Dauhan mendominasi koleksi ini. Siluet yang ditampilkan seperti jaket dengan bermacam ukuran volume, celana dengan volume besar dan detail kantong cargo hingga kantong yang dibuat menjadi timbul, kemeja, dan juga kaos oblong. “Sentuhan detail pada koleksi ini membuat kesan muda yang dikemas secara intricate yet sophisticated,” tambahnya.

Danjyo Hiyoji adalah salah satu label fesyen Indonesia yang terkurasi untuk mengolah denim ke dalam koleksi busana teranyarnya. Desainer Danjyo Hiyoji Liza Mashita mengatakan kali ini merupakan pertama kalinya Danjyo mengolah bahan denim.

Liza mengatakan bahwa untuk memberikan sentuhan yang berbeda Danjyo mengaplikasikan ‘culture denim’ dari segi jahitan dan juga treatmen. Selain itu, dia juga banyak menambahkan detail pop color atau warna-warna cerah.

Dia mengaku terdorong untuk mengembangkan busana berbahan dasar denim menjadi lebih kekinian “Sekarang perkembangannya semakin bagus, apalagi merek-merek high end fesyen juga mulai mengeluarkan denim sekarang. Jadi semakin luas perkembangannya,” ujar Liza.

Diakuinya bahwa mengolah bahan denim memang tidak mudah, apalagi untuk pertama kali. Dia mengatakan banyak perlakuan yang harus dilakukan.

Kendati begitu, dia mengaku ketagihan untuk terus mengolah denim di proyek-proyek selanjutnya. “Mungkin selanjutnya mau lagi pakai denim, karena banyak sekali treatment denim yang belum kami coba,” katanya.

 

MELIORISM

Tak kalah, label fesyen lokal Ray Alan juga menampilkan denim dengan tajuk Meliorism, yang dimaksudkan sebagai “The belief that the world gets better, the belief that humans can improve the world.” Koleksi Ray Alan Spring Summer 2019 ini menampilkan koleksi denim dari Lee Cooper.

Creative Director Ray Alan Ray Anjas Maulana mengatakan nafas Spring Summer tersebut ditunjukan melalui motif bunga-bunga yang tertuang dalam bahan denim tersebut. “Pembuatan motif kami menggunakan teknik cuci laser dan print,” kata Alan.

Semua motif yang dituangkan dibuat dengan proses laser wash untuk mengurangi penggunaan bahan kimia sehingga menampilkan denim yang ramah lingkungan. Selain itu, ia ingin memperkenalkan kepada masyarakat bahwa denim semakin gaya dengan motif dibuat dengan kemajuan teknologi.

Tag : fashion, rudenim
Editor : M. Taufikul Basari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top