Cerita Sukses Ressy, Jualan Sabuk Bonceng Raup Ratusan Juta Sebulan

Berawal dari kecemasannya terhadap keamanan saat membonceng sang anak menggunakan sepeda motor membuat Ressy Chandra Puspita menciptakan Sabuk bonceng Zatra. Kini bisnisnya berhasil mencatatkan omzet puluhan hingga ratusan juta per bulan melalui dagang elektronik.
Rayful Mudassir | 10 November 2018 14:45 WIB
Ressy Chandra Puspita menciptakan sabuk bonceng Zatra.JIBI/BISNIS - Rayful Mudassir

Bisnis.com, JAKARTA – Berawal dari kecemasannya terhadap keamanan saat membonceng sang anak menggunakan sepeda motor membuat Ressy Chandra Puspita menciptakan sabuk bonceng Zatra. Kini, bisnisnya berhasil mencatatkan omzet puluhan hingga ratusan juta per bulan melalui dagang elektronik.

Bisnis daring yang dijalani awalnya hanya menjual peralatan bayi yang dibelinya di pasar. Setelahnya dijual menggunakan laman Facebook. Saat itu, dia hanya menargetkan omzet Rp20.000 per hari. Artinya dalam 1 bulan dia hanya mengharapkan pendapatan senilai Rp 600.000.

Namun, hal itu berubah setelah memperhatikan aktivitas kesehariannya saat membawa sang anak menggunakan sepeda motor, dia hanya menggunakan ikat pinggang milik suaminya, kemudian mengikatkan pada sang anak dan dirinya. Beberapa kali dia khawatir saat anaknya tertidur di balik punggungnya.

“Kemudian saya mulai berpikir bagaimana caranya dia ada satu sabuk yang bisa digunakan oleh anak dan aman. Saya desain dan kemudian bawa ke tempat orang jahit. Beberapa kali sempat gagal, tapi akhirnya berhasil,” katanya saat berbincang dengan Bisnis di Kota Kasablanka, Sabtu (10/11/2018).

Dia memulai bisnis itu secara perlahan dan mendapat sambutan beragam mulai dari memberi saran sampai diakuinya kostumer sempat marah dengan produknya. “Tapi semua respon itu sangat saya hargai dan terus memperbaiki produk yang saya buat,” ujarnya.

Setelah beberapa tahun, Sabuk Bonceng Zatra mulai mendapat tempat di masyarakat. Ressy bahkan mencoba untuk membuat beberapa tipe sabuk bonceng berbagai usia hingga maksimal di 12 tahun. Bisnis ini ternyata makin menjadi incaran para ibu untuk memiliki produk tersebut setelah mencoba peruntungan berjualan di platform Bukalapak.

“Setelah memulai di sana, saya lihat pertumbuhannya semakin baik. Apalagi setelah saya bergabung dengan komunitas Srikandi Bukalapak, saya mampu menjual hingga 1.000 pcs per bulan. Kini sudah banyak yang menjadi distributor dan reseller, termasuk beberapa wanita yang masuk dalam komunitas,” katanya.

Menurutnya, dagang online memudahkan siapapun termasuk ibu rumah tangga untuk membantu kebutuhan ekonomi keluarga. Pasalnya, berjualan di platform daring tidak terlalu banyak menyita waktu. Bahkan Ressy mengaku tetap bisa menjalankan tanggungjawabnya di rumah dan di bisnisnya.

Tag : bisnis online, ukm
Editor : Nancy Junita

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top