Rusia Berpotensi Jadi Pasar Produk Busana Muslim Indonesia

Rusia menjadi pasar busana Muslim terbesar di Eropa, Indonesia perlu bergerak lebih cepat sebelum didahului negara lain.
Denis Riantiza Meilanova
Denis Riantiza Meilanova - Bisnis.com 27 Februari 2019  |  20:11 WIB
Rusia Berpotensi Jadi Pasar Produk Busana Muslim Indonesia
Model memperagakan rancangan busana muslim saat pembukaaan Muslim Fashion Festival (Mufest) Indonesia 2018 di Jakarta, Kamis (19/4/2018). - ANTARA/Wahyu Putro A

Bisnis.com, JAKARTA--Duta Besar Republik Indonesia untuk Rusia Wahid Supriyadi mengatakan, Rusia berpotensi menjadi pasar bagi produk busana Muslim Indonesia.

Menurut Wahid Rusia cukup potensial karena memiliki jumlah penduduk Muslim cukup besar. Wahid mengungkapkan bahwa sekitar 25 juta warga negara Rusia memeluk agama Islam.

"Rusia ini sebetulnya jadi negeri Muslim terbesar di Eropa Timur," ujar Wahid ditemui di Kantor Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Jakarta, Rabu (27/2/2019).

Oleh karena itu, KBRI Moskow akan berupaya memfasilitasi pengusaha busana Muslim dan produk makanan halal Indonesia di acara 'The 11th International Economic Summit 'Russia-Islamic World: Kazan Summit 2019' yang digelar pada 24 - 26 April 2019, di Kazan, Tatarstan.

Wahid menilai ini akan menjadi peluang bagus untuk mempromosikan produk-produk busana muslim Indonesia.

"Ini mumpung belum ada negara Asean yang masuk. Jadi kita harus masuk karena ada 25 juta Muslim," kata Wahid. "Saya sangat yakin kualitas desainer kita bagus sekali. Apalagi kalau di Rusia itu model jilbabnya sederhana sekali," tambah Wahid.

Dalam kunjungannya ke Kemendikbud, Wahid juga bermaksud mengundang Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy untuk membuka Festival Indonesia di Moscow yang akan digelar pada 1 hingg a 4 Agustus 2019.

Festival tersebut diadakan dalam rangka menyambut 70 tahun hubungan diplomatik Indonesia - Rusia. Berbagai kesenian kebudayaan dan produk UMKM Indonesia akan ditampilkan di festival tersebut.

"Tiap tahun yang jadi daya tarik itu wayang. Produk batik dan kuliner juga diminati. Batik lurik yang dipakai pragawati di sana habis hari itu juga. Ini menandakan produk kita disukai di sana," tegas Wahid.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
rusia, busana muslim

Editor : Saeno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top