Masalah Gigi Ternyata Bisa Berpengaruh Pada Prestasi Belajar Anak

Hasil survei global dari Pepsodent memaparkan bahwa ada dampak yang lebih luas dari kesehatan mulut pada kehidupan anak-anak, yaitu potensi akademis serta rasa percaya diri.
Eva Rianti | 20 Maret 2019 14:41 WIB
para siswa SD Negeri Gunung 01 sedang mempraktikkan gosok gigi dalam acara perayaan Hari Kesehatan Gigi dan Mulut 2019 yang diselenggarakan Pepsodent - Bisnis/Eva Rianti
Bisnis.com, JAKARTA -- Hasil survei global dari Pepsodent, brand perawatan kesehatan gigi dan mulut produksi PT. Unilever memaparkan bahwa ada dampak yang lebih luas dari kesehatan mulut pada kehidupan anak-anak, yaitu potensi akademis serta rasa percaya diri. 
 
Survei tersebut menunjukkan banyaknya anak Indonesia yang mengalami keluhan sakit gigi selama satu tahun terakhir yaitu sebesar 64%. Dari angka tersebut, 41% diantaranya menyatakan bahwa intensitas rasa sakitnya mencapai tingkat sedang hingga berat. 
 
"Masalah ini ternyata menyebabkan mereka menemui banyak kesulitan di sekolah, baik dalam meraih prestasi akademis maupun bersosialisasi," ujar Drg. Ratu Mirah Afifah, GCClinDent., MDSc selaku Division Head for Health & Welbeing and Professional Institutions Yayasan Unilever Indonesia dalam perayaan Hari Kesehatan Gigi dan Mulut Sedunia 2019 di Jakarta, Rabu (20/3/2019). 
 
Akibat sakit gigi, 37% anak mengaku harus absen dari sekolah dengan jumlah absen rata-rata dua hari per anak dalam setahun. 
 
Rasa sakit menyebabkan 29% dari anak-anak tersebut mengalami gangguan tidur sehingga terpaksa harus sekolah dalam keadaan mengantuk. 
 
Didapati pula sebagian besar dari mereka sulit berkonsentrasi dan tidak bisa turut aktif dalam berbagai kegiatan sekolah, akhirnya kemampuan mereka untuk menyerap materi pelajaran menjadi terganggu. 
 
"Jadi, masalah gigi dan mulut tidak hanya memengaruhi kesehatan fisik, tetapi juga prestasi anak," katanya. 
 
Dia melanjutkan, anak-anak yang bermasalah dengan gigi dan mulut cenderung dua kali lebih rentan mengalamu krisis kepercayaan diri, kesulitan bersosialisasi, bahkan sulit tersenyum dibandingkan dengan anak-anak yang memiliki gigi dan mulut yang sehat. 
 
Survei global tersebut dilakukan Pepsodent pada 2018 di delapan negara, yaitu Chili, Mesir  Perancis, Italia, Indonesia, Amerika Serikat, Ghana, dan Vietnam. Survei ini melibatkan 4.094 anak berusia 6--17 tahun beserta orang tua mereka. Di Indonesia sendiri survei dilakukan terhadap 506 anak. 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
gigi

Editor : Mia Chitra Dinisari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top