Mengatasi Kecemasan Sosial pada Generasi Muda

Fenomena kecemasan sosial, yang didefinisikan sebagai 'rasa takut dihakimi', dapat menghentikan seseorang untuk menunjukkan potensi penuh mereka.
Mia Chitra Dinisari
Mia Chitra Dinisari - Bisnis.com 18 Juni 2019  |  14:18 WIB
Mengatasi Kecemasan Sosial pada Generasi Muda
Depresi - cadasorg

Bisnis.com, JAKARTA - Fenomena kecemasan sosial, yang didefinisikan sebagai 'rasa takut dihakimi', dapat menghentikan seseorang untuk menunjukkan potensi penuh mereka.

Secara global, lebih dari 284 juta orang menderita gangguan kecemasan, seperempat di antaranya berusia antara 10 hingga 24 tahun. Sementara gangguan kecemasan sering berkembang selama masa remaja dan awal usia dewasa, fenomena kecemasan sosial cenderung menyerang lebih awal rata-rata terjadi di antara usia 5-10 tahun, dan dapat memiliki konsekuensi yang mencegah individu mencapai potensi terbaik mereka.

Kecemasan sosial telah menjadi masalah utama bagi banyak kaum muda di seluruh dunia karena semakin banyak ekspektasi yang diberikan kepada mereka untuk berhasil. Saat ini, tekanan tersebut lebih besar dari sebelumnya, sebagai konsekuensi dari budaya dan kehidupan kita yang ‘selalu terhubung’ pada media sosial, kaum muda mendapatkan diri mereka selalu diawasi gerak geriknya dan adanya tekanan untuk selalu menunjukkan diri mereka yang terbaik.

Untuk mengembangkan pendekatan terkini dalam membantu kaum muda membangun ketangguhan dan mencegah kecemasan sosial, Clear bekerja sama dengan Resilience Research Centre (RRC) di Universitas Dalhousie dan Dr. Michael Ungar, Direktur RRC di Universitas Dalhousie dan penulis dari Change Your World: The Science of Resilience and the True Path to Success.

Ungar, adalah salah satu ilmuwan sosial terkemuka dunia yang bekerja untuk meningkatkan kesadaran tentang fenomena kecemasan sosial yang berkembang dan kebutuhan untuk mengubah fokus dalam membekali kaum muda dengan dukungan yang mereka butuhkan untuk mencapai ketangguhan diri dan memiliki dukungan penuh untuk mengatasi masalah kehidupan yang banyak tantangan.

 "Untuk memahami tentang kecemasan sosial, kita harus membedakan antara gangguan kecemasan sosial, yang merupakan bentuk terburuk dari masalah dan melemahkan lebih dari satu sisi kehidupan seseorang, dan apa yang disebut kecemasan sosial ‘non-klinis’ yang merupakan masalah yang lebih umum. Kecemasan sosial yang lebih serius memiliki konsekuensi negatif jangka panjang bagi kaum muda sehingga penting untuk mengenali tanda-tanda awal gangguan ini dan mencegah kecemasan sosial ringan sekalipun sebelum menjadi semakin buruk,” kata Ungar.

Bersama dengan Clear, Ungar dan tim risetnya menunjukkan bahwa kemampuan seseorang untuk mengatasi kecemasan sosial dan masalah yang menantang dalam hidup tergantung pada seberapa kuat kita sebagai individu, dan bagaimana kita dapat memfasilitasi dan memperoleh dukungan dari keluarga, teman, rekan kerja kita dan komunitas. Hal ini juga Clear tunjukan dengan semangat anti setengah-setengah agar dapat membangun ketangguhan tersebut.

Ungar menjelaskan mengapa Cristiano Ronaldo yang merupakan mbassador Clear adalah personifikasi nyata dari ketangguhan diri manusia.  Menurutnya,  hidup Cristiano Ronaldo telah mengajarkan kepada kita bahwa untuk menjadi sukses dan tangguh, ada dua hal yang penting untuk diperhatikan. Pertama, kita harus menjadi individu yang tangguh, yang berarti memanfaatkan sepenuhnya talenta kita dan bersikap positif tentang masa depan kita.

Kedua, kita harus menjadi individu yang mendapatkan dukungan dari orang-orang yang percaya pada kita dan peluang untuk memanfaatkan bakat kita dengan baik.

"Ronaldo memiliki dua kekuatan tersebut - dia tahu cara menggunakan bakatnya yang luar biasa, dan banyaknya dukungan, termasuk rasa cinta dari para penggemarnya, berperan untuk mewujudkan potensinya secara penuh. Ketika kita kuat dan memperoleh dukungan, kita akan jauh lebih mungkin untuk memunculkan versi terbaik dari diri kita." katanya seperti dikutip dari siaran persnya.

Clear berkomitmen untuk memungkinkan seseorang melakukan yang terbaik dengan semangat #SIKATHABIS, mendorong perubahan positif baik dengan mengatasi masalah global mengenai kecemasan sosial dan bekerja sama dengan RRC untuk mengembangkan program dan sarana yang dirancang untuk membangun ketangguhan diri, sehingga kaum muda dapat lebih baik dalam mengatasi kecemasan sosial.

Melalui kampanye #KeepAClearHead, kita akan melihat bagaimana hasil kerja sama Clear dengan Michael Ungar dan timnya untuk mengembangkan sebuah kurikulum dan membangun pusat dukungan yang akan diluncurkan secara global untuk membantu kaum muda meningkatkan ketangguhan diri dan sebagai salah satu dukungan penuh untuk mengembangkan strategi baru demi menemukan dan menggunakan dukungan yang mereka butuhkan dalam mengatasi kecemasan sosial dengan lebih baik.

Clear juga akan memanfaatkan budaya pop melalui kerja samanya dengan Marvel untuk menciptakan serangkaian film pendek tentang superhero yang membangkitkan pemikiran dan menginspirasi konten edutainment untuk membantu kaum muda memahami pentingnya membangun ketangguhan diri dan meperoleh dukungan di sekitar mereka untuk mengatasi keraguan diri dan kecemasan sosial dengan lebih baik.

“Melalui kemitraan ini, kami ingin membangun generasi muda yang tangguh dan mampu melakukan yang terbaik, meskipun tekanan sosial terus meningkat,” kata Tri Tran-Tue, Global Brand Vice President, Clear, Unilever.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
cemas

Editor : Mia Chitra Dinisari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top