Setelah 'Bumi Manusia', Falcon Pictures Rilis 'Perburuan' Karya Pramoedya Ananta Toer

Usai merilis poster resmi film Bumi Manusia bersama sutradara Hanung Bramantyo dan pemain seperti Iqbaal Ramadhan dan Mawar De Jongh pada Rabu (19/6/2019), Falcon Pictures selaku rumah produksi, akan merilis satu lagi film yang diadaptasi dari novel karya sastrawan Pramoedya Ananta Toer, Perburuan.
Ria Theresia Situmorang
Ria Theresia Situmorang - Bisnis.com 27 Juni 2019  |  06:37 WIB
Setelah 'Bumi Manusia', Falcon Pictures Rilis 'Perburuan' Karya Pramoedya Ananta Toer
Adipati Dolken, Ayushita, Richard Oh, Frederica, Angga dan pemain film 'Perburuan' pada acara launching poster di kawasan Pancoran, Jakarta Selatan pada Rabu (26/6/2019). JIBI/Bisnis - Ria Theresia Situmorang

Bisnis.com, JAKARTA - Usai merilis poster resmi film Bumi Manusia bersama sutradara Hanung Bramantyo dan pemain seperti Iqbaal Ramadhan dan Mawar De Jongh pada Rabu (19/6/2019), Falcon Pictures selaku rumah produksi, akan merilis satu lagi film yang diadaptasi dari novel karya sastrawan Pramoedya Ananta Toer, Perburuan. 

Menariknya, kedua film ini akan dirilis pada waktu yang sama mendekati hari kemerdekaan Indonesia, yakni 15 Agustus mendatang.

Film yang dibintangi oleh Adipati Dolken, Ayushita dan diarahkan oleh sutradara Richard Oh ini bercerita tentang pemberontakan seorang tentara PETA di era tahun 1949. 

Frederica selaku produser rumah produksi Falcon Pictures mengungkapkan, awalnya pihaknya ingin meminta izin kepada keluarga Pramoedya Ananta Toer untuk memfilmkan novel Gadis Pantai, bukannya Bumi Manusia atau Perburuan.

"Kita mendapatkan buku sastra yang luar biasa. Kami yang feel very blessing. Merinding, Falcon yang merilis karya Pak Pram yang difilmkan. Awalnya Gadis Pantai, terus ke keluarga Pak Pram, kita ditawarin Bumi Manusia dan Pemburuan. Akhirnya kita jatuh cinta," ujar Frederica saat ditemui di kawasan Pancoran, Jakarta Selatan pada Rabu (26/6/2019).

Mengetahui kalau filmnya akan bersaing dengan Bumi Manusia yang akan dibintangi oleh Iqbaal Ramadhan, Adipati Dolken juga merasa hal tersebut bukanlah masalah yang berarti. 

"Nggak ada yang perlu ditakutin karena nggak ada niat saingan sama sekali. Maksudnya, ini kan satu rumah produksi, jadi tujuannya bukan bersaing. Justru untuk memperlihatkan bahwa kita menghargai karya Pak Pram," ujar aktor yang akrab dipanggil Dodot tersebut. 

Angga, salah satu cucu Pramoedya Ananta Toer juga mengapresiasi keinginan Falcon Pictures mengadaptasi novel karya kakeknya untuk dibuatkan film layar lebar. Ia mempercayakan sepenuhnya keseluruhan isi novel tersebut kepada produser dan sutradara film ini. 

"Pak Richard (sutradara), sebenarnya adalah teman Pak Pram, dan keluarga sudah kenal baik, jadi kami percaya dengan hasilnya. Memang untuk memediakan novel ini, Pak Pram agak keras dan dia juga berkali-kali bilang ke anak dan cucu beliau kalau karya pertamanya tidak boleh difilmkan oleh negara luar. Itu yang kami pegang sampai sekarang," tutup Angga. 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
Film, film indonesia, HUT Kemerdekaan RI

Editor : Nancy Junita

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top