Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Yogurt Kurangi Risiko Kanker Usus Besar pada Pria

Sebuah penelitan membuktikan bahwa pria yang rutin mengonsumsi yogurt ternyata memiliki risiko lebih rendah mengalami kanker usus besar atau kanker kolon.
Tika Anggreni Purba
Tika Anggreni Purba - Bisnis.com 04 Juli 2019  |  13:27 WIB
Ilustrasi-Yogurt - Thetimes.co.uk
Ilustrasi-Yogurt - Thetimes.co.uk

Bisnis.com, JAKARTA - Sebuah penelitan membuktikan bahwa pria yang rutin mengonsumsi yogurt ternyata memiliki risiko lebih rendah mengalami kanker usus besar atau kanker kolon.

Penelitian dilakukan pada 32.606 pria dan 55.743 perempuan yang pernah melakukan kolonoskopi antara 1986-2012. Penelitian ini dilakukan oleh peneliti dari Washington University St Louis, Amerika Serikat baru-baru ini.

Setiap peserta diminta untuk memberikan informasi secara rinci tentang kesehatan, gaya hidup, pola makan, dan kebiasaan olahraga selama 4 tahun.
Temuan peneliti ternyata pada pria terdapat 5.811 kasus adenoma kolorektal atau jaringan abnormal pada usus besar yang dapat berubah menjadi kanker, dan 8.116 adenoma pada perempuan.

Dalam penelitian juga ditemukan bahwa pria yang mengonsumsi yogurt 2 kali seminggu memiliki persentase 19 persen lebih rendah untuk mengalami adenoma kolorektal tersebut.

Pada pria yang rajin mengonsumsi yogurt, jarang ditemukan polip yang biasanya ditemukan saat kolonoskopi. Mereka yang mengonsumsi yogurt juga memiliki kemungkinan lebih kecil untuk mengalami potensi kanker usus besar, yakni 26 persen.

“Data ini membuktikan peran yogurt dalam tahap awal perkembangan kanker kolorektal atau usus besar, “ kata penulis penelitian Yin Cao dari Washington University St Louis.

Penelitian tentang yogurt dan kanker kolorektal sebetulnya sudah dilakukan pada penelitian di masa lalu. Orang yang mengonsumsi yogurt memiliki risiko lebih rendah untuk mengalami kanker karena yogurt yang mengandung bakteri sehat yang meningkatkan pertumbuhan bakteri baik di usus.

Selain itu, Yin mengatakan bahwa yogurt mengandung kalsium yang dapat mencegah kanker usus besar. Kandungan probiotiknya juga dapat mengurangi risiko peradangan yang merupakan faktor risiko kanker.

Akan tetapi, dalam penelitian ini tidak terbukti bahwa konsumsi yogurt terkait dengan pengurangan risiko kanker kolorektal pada perempuan. Namun, satu hal yang penting adalah orang dewasa harus mulai melakukan pemeriksaan tumor setidaknya pada usia 45 tahun.

Lebih cepat ditemukan, lebih mudah tumor untuk ditangani dan diobati, sehingga peluang bertahan hidup jauh lebih tinggi.

Polip abnormal dapat memakan waktu 10-15 tahun untuk berkembang menjadi kanker usus besar. Itulah sebabnya deteksi dini melalui pemeriksaan dini harus dilakukan.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

kanker yogurt kanker usus besar
Editor : Nancy Junita
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top