Pernikahan Tradisional Masih Digandrungi Masyarakat

Pernikahan tradisional merupakan salah satu konsep pernikahan yang saat ini cukup diminati masyarakat yang akan melangsungkan pernikahan. Konsep tersebut dinilai akan semakin tumbuh.
Eva Rianti
Eva Rianti - Bisnis.com 18 Juli 2019  |  16:16 WIB
Pernikahan Tradisional Masih Digandrungi Masyarakat
Pasangan pengantin Gibran Rakabuming Raka (kiri) dan Selvi Ananda (kedua kiri) bersama Presiden Joko Widodo dan Ibu Negara Iriana menggunakan kereta menuju ke kediamannya, seusai mengikuti prosesi akad nikah dan resepsi pernikahan Gibran dan Selvi, di Solo, Jateng, Kamis (11/6). - Antara/R. Rekotomo

Bisnis.com, JAKARTA – Memilih konsep pernikahan merupakan hal utama yang dilakukan oleh para calon pengantin dalam melangsungkan momen pernikahan.

Ada banyak pilihan tema pernikahan yang menjadi inspirasi, mulai dari pernikahan tradisional, modern, hingga perpaduan tradisional dan modern.

Pernikahan tradisional merupakan salah satu konsep pernikahan yang saat ini cukup diminati oleh masyarakat yang akan melangsungkan hari bahagia. 

Chief Operating Officer (COO) Weddingku Reza Paramita mengungkapkan bahwa saat ini konsep pernikahan tradisional malah dinilai semakin tumbuh. Menurutnya, konsep ini makin terbuka, dengan tetap memegang nilai pakem yang berlaku.

“Konsep tradisional posisinya lagi growing. Dulu masih tertutup, sekarang lebih terbuka. Sekarang [kontribusinya] masih di angka 25% atau 30% [di industri pernikahan]. Itu akan berkembang, karena kita punya budaya yang beragam,” ujarnya kepada Bisnis, baru-baru ini.

Senada, Managing Director Parakrama Organizer Tommy Yoewono mengungkapkan bahwa konsep pernikahan tradisional masih digandrungi oleh masyarakat, mengingat bahwa pernikahan merupakan budaya sakral.

Parakrama Organizer merupakan penyelenggara Gebyar Pernikahan Indonesia (GPI), pameran pernikahan yang mengusung konsep tradisional. GPI telah memasuki edisi ke-11 saat ini.

“Tetap tidak meninggalkan budaya asli karena nikah adalah budaya sakral. Yang membedakan GPI adalah temanya. Kami menampilkan sebisa mungkin A sampai Z tentang ragam budaya,” tuturnya.  

Dia berujar, animo kunjungan masyarakat terhadap pameran pernikahan tradisional, terutama calon pengantin mengalami peningkatan dari tahun ke tahun. Hal ini terbukti pada setiap penyelenggaraan GPI selalu dipenuhi oleh pengunjung.

Pada Gebyar Pernikahan Indonesia edisi ke-11 ini, ditargetkan bisa menggaet lebih dari 17.000 pengunjung dengan nilai transaksi sebanyak Rp82,5 miliar—Rp90 miliar. Angka ini meningkat meningkat 10%—20% dari GPI edisi sebelumnya sebesar Rp75 miliar dengan jumlah pengunjung sebanyak 16.000 orang.

Biaya Lebih Tinggi

Pakar Pernikahan Tradisional Danny Iskandar mengatakan bahwa sebenarnya biaya konsep pernikahan tradisional cenderung lebih mahal sekitar 30% dari konsep biasa.

Pasalnya, ada prosesi tertentu yang membutuhkan lebih banyak kesiapan. Misalnya, upacara adat yang cenderung lebih kompleks pelaksanaannya dan juga pakaian tradisional yang juga beragam.

Dalam meladeni kebutuhan calon pengantin yang menerapkan konsep pernikahan tradisional, biasanya ada dua faktor utama yang harus dipenuhi, yakni keinginan orang tua dan besan.

“Ketika konsultasi ke pakar konsep tradisional, sudah ada list-nya, lalu kolaborasi dengan wedding organizer, itu harus sesuai dengan pakem adat,” katanya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
pernikahan, wedding organizer

Editor : Rustam Agus

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top