Ini Kandungan Penting di dalam ASI

Beberapa penelitian epidemiologis menyatakan bahwa ASI melindungi bayi dari berbagai penyakit infeksi, bahkan pemberian ASI sedini mungkin melalui Inisiasi Menyusui Dini (IMD) setelah bayi lahir, dapat menurunkan risiko kematian bayi.
Dewi Andriani
Dewi Andriani - Bisnis.com 07 Agustus 2019  |  09:45 WIB
Ini Kandungan Penting di dalam ASI
Air Susu Ibu. - Bisnis.com

Bisnis.com, JAKARTA -Air Susu Ibu (ASI) merupakan nutrisi ideal dan satu-satunya makanan yang dibutuhkan bayi dalam bulan pertama kehidupannya. United Nation Childrens Fund (UNICEF) dan World Health Organization (WHO) merekomendasikan pemberian ASI ekslusif selama 6 bulan dan dilanjutkan hingga 2 tahun.

Komposisi ASI yang sempurna, baik secara kualitas maupun kuantitas dengan berbagai keunggulannya, mampu membantu tumbuh kembang bayi secara optimal sekaligus menjaga kesehatan ibu.

Beberapa penelitian epidemiologis menyatakan bahwa ASI melindungi bayi dari berbagai penyakit infeksi, bahkan pemberian ASI sedini mungkin melalui Inisiasi Menyusui Dini (IMD) setelah bayi lahir, dapat menurunkan risiko kematian bayi.

Tak heran, sebab kolostrum atau ASI pertama yang keluar berwarna kekuningan yang dihisap saat IMD, mengandung zat kekebalan 10 hingga 17 kali lebih banyak daripada susu matang (matur).

Dokter spesialis anak dan konselor laktasi RS Pondok Indah – Pondok Indah, Yovita Ananta menjelaskan bahwa ASI kaya akan asam amino, AA, DHA, vitamin A, D, E, K, B-karoten, dan mineral seperti kalsium, magnesium, natrium, kalium, fosfor, dan sulfur yang diperlukan untuk tumbuh kembang bayi.

Selain itu, ASI dapat melindungi si kecil dari berbagai penyakit, karena mengandung sel-sel imun seperti immunoglobulin yang mencegah anak dari infeksi telinga, infeksi pernapasan, infeksi saluran cerna, infeksi saluran kemih, penyakit kulit seperti ruam eksim/eczema.

Tidak hanya untuk bayi, kegiatan menyusui pun memiliki banyak manfaat bagi sang ibu. Menyusui dapat membantu menurunkan berat badan setelah kehamilan, menjaga kesehatan mental dan fisik, menurunkan risiko depresi setelah persalinan, sebagai kontrasepsi alami, menguatkan tulang, hingga menurunkan risiko penyakit jantung serta kanker payudara.

“Yang terpenting, menyusui mampu menguatkan hubungan antara ibu dan si kecil,” ujarnya.

Mengingat pentingnya pemberian ASI bagi kehidupan dan kesehatan bayi, UNICEF, WHO, dan pemerintah dari beberapa negara termasuk Indonesia, serta sejumlah organisasi lainnya memperingati Pekan ASI Sedunia atau World Breastfeeding Week (WBW) setiap tanggal 1 hingga 7 Agustus.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
air susu ibu

Editor : Mia Chitra Dinisari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top