Diabetes Pada Perempuan Tingkatkan Risiko Gagal Jantung

Menurut penelitian, risiko gagal jantung bagi penderita diabetes ternyata lebih tinggi pada perempuan dibandingkan dengan laki-laki. Perbedaan risiko ini bahkan lebih jelas lagi untuk perempuan yang menderita diabetes tipe 1.
Tika Anggreni Purba
Tika Anggreni Purba - Bisnis.com 07 Agustus 2019  |  15:45 WIB
Diabetes Pada Perempuan Tingkatkan Risiko Gagal Jantung
Ilustrasi Diabetes Melitus - Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA — Diabetes melitus dapat membawa berbagai komplikasi jangka panjang, salah satunya adalah gagal jantung.

Menurut penelitian, risiko gagal jantung bagi penderita diabetes ternyata lebih tinggi pada perempuan dibandingkan dengan laki-laki. Perbedaan risiko ini bahkan lebih jelas lagi untuk perempuan yang menderita diabetes tipe 1.

“Tinjauan global kami terhadap 12 juta orang menunjukkan bahwa memiliki diabetes meningkatkan risiko gagal jantung pada semua gender, tetapi pada perempuan lebih besar,” ujar Toshiaki Ohkuma, peneliti dari The George Institute for Global Health di University of New South Wales di Sydney, Australia.

Salah satu rekan penulis Ohkuma, Sanne Peters, melakukan penghitungan terhadap hal ini. Diabetes tipe 1 dikaitkan dengan risiko gagal jantung 5,15 kali lebih tinggi pada perempuan dan risiko 3,47 kali lebih tinggi pada pria. “Hal ini berarti risiko gagal jantung 47 persen lebih tinggi untuk perempuan dibandingkan dengan pria,” jelasnya.

Peters mencatat bahwa bagi perempuan penderita diabetes tipe 2 juga memiliki risiko hampir dua kali lipat mengalami gagal jantung. Sementara itu pria dengan diabetes tipe 2 memiliki risiko 1,74 kali lebih tinggi. Itu berarti risiko gagal jantung 9 persen lebih tinggi perempuan penderita diabetes tipe 2 dibandingkan dengan pria. Peters merupakan peneliti di bidang epidemiologi di The George Institute for Global Health di University of Oxford di Inggris.

Gagal jantung berbeda dengan serangan jantung. Kalau serangan jantung, seseorang mengalami kekurangan pasokan darah dan oksigen ke jantungnya sehingga membuat sebagian jantung rusak. Adapun gagal jantung, jantung tidak mampu memompa darah secara efisien karena tidak mendapatkan cukup darah dan oksigen.

Meskipun penelitian tidak dirancang untuk mencari penyebab pasti dari peningkatan risiko, para peneliti menduga bahwa kurangnya pengobatan diabetes pada perempuan turut berperan. Para penulis penelitian juga mencatat bahwa faktor-faktor risiko penyakit jantung lainnya seperti hipertensi juga lebih umum pada perempuan ketimbang pria.

Ohkuma juga menunjukkan bahwa perempuan mungkin telah lama memiliki kadar gula darah yang tinggi tetapi membutuhkan waktu dua tahun lebih lama bagi mereka untuk didiagnosis menderita diabetes.

John Osborne, juru bicara American Heart Association dan direktur kardiologi di State of the Heart Cardiology di Southlake, Texas, mengatakan bahwa memang masih ada masalah saat mendiagnosis perempuan mengenai diabetes. Hal ini terjadi karena perempuan biasanya lebih lama berada pada tahap 'pradiabetes' dibandingkan dengan laki-laki.

Penundaan ini yang mungkin menjadi faktor dalam perbedaan risiko gagal jantung. "Diabetes sebetulnya berbahaya bagi semua orang, tetapi pada perempuan jauh lebih berisiko,” kata Osborne.

Peters mengatakan mengendalikan tekanan darah tinggi, diabetes, dan penyakit jantung koroner dengan gaya hidup sehat sangat penting untuk mencegah gagal jantung. Ada baiknya juga untuk mencegah diabetes sejak dini.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
diabetes

Sumber : WebMD

Editor : M. Taufikul Basari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top