Ancaman Kebotakan Pria dan Perempuan Sama Besarnya

Selama ini risiko mengalami kerontokan rambut hingga botak tampak nyata pada pria. Kebanyakan pria mengalamai kerontokan rambut dari ujung depan kepala, hingga ke bagian tengah. Masalah ini terkadang mengganggu kepercayaan diri pria akan penampilan fisiknya.
Tika Anggreni Purba
Tika Anggreni Purba - Bisnis.com 08 Agustus 2019  |  10:56 WIB

Bisnis.com, JAKARTA—Selama ini risiko mengalami kerontokan rambut hingga botak tampak nyata pada pria. Kebanyakan pria mengalamai kerontokan rambut dari ujung depan kepala, hingga ke bagian tengah. Masalah ini terkadang mengganggu kepercayaan diri pria akan penampilan fisiknya.

Sebetulnya, kerontokan rambut tidak hanya lazim pada kaum pria saja. Perempuan juga dapat mengalami hak yang sama karena kerontokan rambut biasanya terjadi karena faktor genetik, jenis rambut, dan produk rambut yang biasanya digunakan.

Pada perempuan, kerontokan rambut biasanya tidak memiliki pola yang sama seperti pria. Jika pria mengalami kerontokan rambut pada bagian tertentu atau sebagian kulit kepala saja, perempuan biasanya mengalami kerontokan lebih merata sehingga rambut terlihat menipis.

Dokter kulit Paradi Mirmirani dalam laporan WebMD mengatakan bahwa sangat penting untuk mengidentifikasi penyebab rambut rontok pada perempuan untuk menentukan pengobatan yang tepat. “Anda harus memiliki diagnosis yang tepat agar perawatan rambut rontok berhasil, termasuk menentukan penyebabnya,” katanya.

Rambut rontok pada perempuan ditandai dengan menipisnya rambut. Pada perempuan kerontokan biasanya disebabkan oleh genetik, hormon, usia, dan menopause. Jenisnya juga beragam, ada kerontokan yang terjadi di sepanjang tepi garis rambut. Hal ini bisa terjadi karena terlalu kencang saat menarik rambut atau mengikat/menguncir rambut dengan ketat.

Untuk mengatasinya dapat dilakukan dengan berbagai cara yakni terapi obat dan transplantasi rambut. Transplantasi rambut dan pengobatan dapat membantu rambut tumbuh kembali. Akan tetapi orang yang mengalami kerontokan rambut perlu mengubah gaya rambutnya, misalnya tidak dikuncir dengan kencang. "Jika rambut Anda ditarik ke belakang, pastikan agar hal itu tidak menekan kulit kepala,” kata Mirmirani.

Terlalu sering menggunakan alat pemanas atau bahan kimia pada rambut dalam jangka waktu yang lama juga dapat menyebabkan rambut rontok."Sebagian besar orang bisa mewarnai, mengeriting, atau memanaskan rambut mereka tanpa efek buruk, tetapi penggunaan alat pemanas dalam jangka panjang dapat menyebabkan kerontokan rambut," jelas Mirmirani.

Sayangnya banyak perempuan yang menunda berkonsultasi kepada dokter kulit karena tidak menyadari kerontokan rambut mereka disebabkan oleh masalah medis. Padahal, sebagian besar kasus kerontokan rambut dapat dihentikan dan dirawat agar kembali normal.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
botak

Editor : Mia Chitra Dinisari
KOMENTAR


0   Komentar

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top