Koreksi Penglihatan Dengan Cozi Lasik

Masalah penglihatan sangat penting ditangani dengan baik dan sedini mungkin. Hal ini terkait dengan mata yang merupakan indera penglihatan yang menyalurkan informasi sebanyak 83% pada otak. Artinya, memiliki penglihatan yang baik adalah hal yang penting untuk terus dipertahankan.
Tika Anggreni Purba
Tika Anggreni Purba - Bisnis.com 16 Agustus 2019  |  13:28 WIB
Koreksi Penglihatan Dengan Cozi Lasik
Teknologi Lasik untuk mengatasi penurunan daya penglihatan mata - Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA—Masalah penglihatan sangat penting ditangani dengan baik dan sedini mungkin. Hal ini terkait dengan mata yang merupakan indera penglihatan yang menyalurkan informasi sebanyak 83% pada otak. Artinya, memiliki penglihatan yang baik adalah hal yang penting untuk terus dipertahankan.

Banyak orang yang mengalami gangguan penglihatan seperti rabun jauh, rabun dekat, silinder, dan sebagainya. Kondisi ini mengharuskan seseorang untuk bergantung pada kaca mata atau lensa kontak untuk mendapatkan penglihatan yang baik. Namun, beberapa orang merasa terganggu dengan ketergantungan pada alat bantu optik tersebut.

Perkembangan teknologi kesehatan saat ini telah memungkinkan seseorang untuk melakukan koreksi penglihatan melalui bedah lasik. Tindakan lasik dapat memperbaiki atau mengkoreksi penglihatan. Teknologi lasik juga kian berkembang.

Salah satu teknologi terkini adalah teknologi CoZi Lasik yang telah diaplikasikan di Jakarta Eye Center Menteng, di Jakarta. Metode lasik terbaru ini hadir dengan inovasi sistem excimer laserberkecepatan tinggi dengan mesin Allegreto Wavelight Ex500 Hz yang dikolaborasikan dengan mesin Ziemer 2 2500 Hz (Femtosecond Laser). Kombinasi tersebut membuat CoZi LASIK memiliki kecepatan tertinggi dari semua jenis excimer laser yang ada di dunia saat ini.

“Saat ini prosedur lasik sudah jauh lebih mudah dan prosesnya memakan waktu lebih cepat. Teknik ini berlangsung hanya dalam hitungan detik dan memberikan kenyamanan setelah tindakan tanpa rasa sakit,” kata Direktur Utama Jakarta Eye Center (JEC) Menteng, Setiyo Budi Riyanto, melalui keterangan pers yang diterima Bisnis (Kamis, 15/8/2019).

Pada teknologi lasik sebelumnya, JEC harus melakukan pengikisan kornea 12 micron untuk koreksi 1 dioptri. Sedangkan dengan CoZi LASIK, koreksi 1 dioptri hanya perlu mengikis kornea 6 micron. Hal ini memungkinkan koreksi penglihatan bagi pasien dengan minus maksimum -14 dioptri dan silinder maksimum 5.

Tindakan lasik memiliki dua tahapan untuk mengoreksi  kelainan refraksi. Pertama, dengan pembuatan flap di lapisan stroma kornea dan menggunakan femtosecond laser. Kedua, setelah flap dibuka dilakukan penyinaran laser pada bagian dalam kornea untuk mengubah bentuk kornea dengan menggunakan excimer laser.

Excimer Laser bertujuan untuk membentuk permukaan kornea yang baru. Kemudian setelah penyinaran selesai flap dikembalikan ke posisi semula. Dalam waktu kurang dari 3 menit flap akan melekat dengan sendirinya tanpa perlu dijahit. “Setelah tindakan dengan teknologi CoZi LASIK, pasien sudah dapat mengendarai kendaraan, bekerja dan beraktivitas fisik seperti biasa tanpa menggunakan kacamata atau lensa kontak”, tambahnya.

Metode koreksi penglihatan dengan lasik relatif aman. Sebelum lasik, pasien harus berkonsultasi dengan dokter spesialis mata lasik guna mendapatkan penjelasan dan arahan yang sesuai dengan kondisi penglihatan pasien.

Beberapa syarat lainnya yakni pasien harus berusia minimal 18 tahun, kondisi kedua mata harus dalam keadaan sehat, bagi pengguna soft contact lens harus melepasnya selama 14 hari, sedang pengguna hard contact lens harus melepasnya selama 30 hari sebelum tindakan, dan khusus pasien perempuan tidak dalam kondisi sedang hamil atau menyusui.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
mata

Editor : Mia Chitra Dinisari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top