Konsumsi Soft Drink Tingkatkan Risiko Kematian Dini

Konsumsi minuman ringan alias soft drink (baik yang mengandung gula atau pemanis buatan) dapat meningkatkan risiko kematian dini.
Tika Anggreni Purba
Tika Anggreni Purba - Bisnis.com 05 September 2019  |  17:53 WIB
Konsumsi Soft Drink Tingkatkan Risiko Kematian Dini
Ilustrasi air minum. - Bloomberg

Bisnis.com, JAKARTA—Konsumsi minuman ringan alias soft drink (baik yang mengandung gula atau pemanis buatan) dapat meningkatkan risiko kematian dini.

Hal ini diungkapkan melalui penelitian yang diterbitkan di JAMA Internal Medicine 2019.

Penelitian diikuti oleh 400.000 orang dewasa di Eropa selama 16 tahun. Dari penelitian ditemukan bahwa risiko kematian dini meningkat pada mereka yang mengonsumsi 2 gelas atau lebih minuman ringan per hari.

"Hasil penelitian ini harapannya dapat mendorong orang untuk membatasi konsumsi minuman ringan dan menggantikannya dengan minuman sehat lainnya khususnya air putih," kata salah satu peneliti Neil Murphy.

Minuman ringan bukan satu-satunya akar masalah kematian dini. Temuan baru tidak berarti menunjukkan bahwa minuman ringan menyebabkan kematian dini. Karena dalam jenis penelitian ini (epidemiologi observasional) ada faktor-faktor lain yang mungkin meningkatkan risiko seperti pola makan yang tidak sehat atau gaya hidup tidak sehat secara keseluruhan.

Untuk melihat lebih dekat hubungan yang mungkin antara minuman ringan dan kematian dini, Murphy dan rekan-rekannya menganalisis data dari European Prospective Investigation into Cancer and Nutrition, sebuah studi multinasional yang merekrut peserta dari tahun 1992—2000.

Studi ini menilai diet pada awalnya,termasuk konsumsi minuman ringan. Peserta juga mengisi kuesioner gaya hidup yang menanyakan tentang faktor-faktor seperti tingkat pendidikan, kebiasaan merokok, konsumsi alkohol, dan aktivitas fisik.

Setelah mengecualikan peserta yang sudah memiliki kondisi seperti kanker, penyakit jantung dan diabetes pada awal penelitian, para peneliti mengikuti 451.743 peserta, selama rata-rata 16,4 tahun. Usia rata-rata di awal adalah sekitar 51 tahun. Hasilnya, selama penelitian, 41.693 peserta meninggal.

Ketika para peneliti menganalisis data mereka, memperhitungkan faktor-faktor yang dapat meningkatkan risiko kematian, seperti indeks massa tubuh dan merokok, mereka menemukan bahwa peserta yang mengonsumsi dua gelas atau lebih minuman ringan per hari adalah 17% lebih mungkin meninggal lebih cepat dibandingkan mereka yang minum kurang dari satu porsi minuman ringan per bulan.

Mereka yang mengonsumsi dua gelas atau lebih minuman ringan manis per hari 8% lebih mungkin meninggal lebih cepat dibandingkan dengan mereka yang minum kurang dari satu gelas sebulan.

Sementara itu mereka yang mengonsumsi dua gelas atau lebih minuman ringan manis dengan gula buatan, 26% lebih mungkin meninggal sebelum waktunya dibandingkan dengan mereka yang minum kurang dari satu gelas per bulan.

Studi ini menunjukkan bahwa makanan dan minuman yang berasal dari alam adalah sumber makanan yang terbaik.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
minuman, penyakit

Sumber : Reuters

Editor : Akhirul Anwar
KOMENTAR


0   Komentar

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top