Atasan Anda Narsistik? Coba Cara Ini untuk Menghadapinya

Dalam psikologi, narsistik atau biasa dikenal sebagai narcissistic personality disorder termasuk dalam gangguan mental.
Tika Anggreni Purba
Tika Anggreni Purba - Bisnis.com 09 September 2019  |  16:25 WIB
Atasan Anda Narsistik? Coba Cara Ini untuk Menghadapinya
Ilustrasi - Careergirlnetwork

Bisnis.com, JAKARTA — Narsistik pada seseorang ditandai dengan sifat ingin mengagungkan diri, egois, dan cenderung ingin memanipulasi orang lain.

Orang narsistik juga cenderung tidak mampu melihat dunia dari mata orang lain. Dia hanya berkutat pada cara pandangnya dan dirinya sendiri.

Karakter seperti ini tentu sangat menjengkelkan. Bisa jadi mereka adalah rekan kerja, kerabat, atau atasan di kantor yang suka membesar-besarkan diri sendiri dan membuat Anda kesal. Namun, kadang-kadang kita tidak mempunyai pilihan untuk berinteraksi dengan mereka.

Dalam psikologi, narsistik atau biasa dikenal sebagai narcissistic personality disorder termasuk dalam gangguan mental. Narsistik adalah  kondisi orang yang menganggap dirinya jauh lebih penting dari orang lain, memiliki kebutuhan yang tinggi untuk dipuji atau dibanggakan, namun memiliki empati yang rendah terhadap orang lain.

Beberapa tulisan menyebut bahwa di balik rasa percaya diri yang begitu tinggi, sebenarnya seorang narsistik punya rasa percaya diri yang rapuh dan mudah runtuh hanya dengan sedikit kritikan. Ini tentu bisa menjadi sumber masalah dalam hubungan sosial.

Dalam sebuah penelitian yang dilakukan oleh B. Parker Ellen III dkk., dari Northeastern University Amerika Serikat, telah jelas ditemukan bahwa atasan yang narsistik dapat menyebabkan tekanan besar pada karyawan. Apalagi jika karyawan tidak memiliki pilihan untuk menghindari atasannya. Mereka mau tidak mau tetap merasa tertekan dan stres.

Lalu, bagaimana  cara menghadapinya? Haruskah bersikap baik pada seorang narsistik? Satu-satunya cara adalah dengan mengubah cara pandang Anda terhadap dia. Selama ini Anda tertekan karena memandang dia sebagai ancaman, bukan tantangan.

Ellen dkk., dalam penelitiannya mengatakan bahwa untuk menghadapi orang narsistik kita harus mampu mengendalikan diri dan mengatur agar Anda fokus pada sumber daya kita sebagai manusia.

Pertama, Anda sebaiknya menyadari bahwa sekalipun pekerjaan Anda membuat stres, energi Anda masih dapat pulih kembali. Silakan cari kegiatan yang Anda senangi untuk memulihkan energi.

Kedua, pastikan juga untuk memiliki relasi yang baik dengan rekan kerja Anda yang lain. Jadi, ketika Anda merasa kewalahan seolah habis baterai menghadapi pekerjaan, Anda bisa meminta bantuan orang lain.

Intinya, ketika harus berinteraksi pada orang yang narsistik, Anda lebih baik fokus pada diri sendiri, dibandingkan kepada orang tersebut. Manajemen pikiran, waktu, dan pekerjaan yang bijaksana akan menjadi strategi terbaik untuk melawan perilaku sombong atasan atau orang narsistik lainnya. Kemampuan manajemen diri adalah kuncinya.

Faktanya, karyawan dengan kemampuan manajemen diri yang rendah sulit menghadapi bos yang narsistik. Atasan yang hanya fokus pada diri sendiri akan selalu menciptakan ketegangan di tempat kerja, juga kelelahan emosional, suasana hati tertekan, dan kondisi negatif lainnya.

Karyawan dengan manajemen sumber daya yang baik dapat melihat orang narsistik sebagai tantangan yang bisa dikendalikan. Ubah cara pandang Anda dalam memandang individu itu.

Meskipun pada awalnya Anda mungkin merasa terluka atas jawaban yang tidak menyenangkan atau perlakuannya, jangan menyerah. Fokuslah pada atribut positif Anda sendiri, cobalah untuk beristirahat secara mental, dan temukan cara untuk membuat Anda merasa kompeten dan berharga. 

Simpelnya, sulit untuk bersikap baik kepada orang yang narsistik. Lebih baik mengubah perspektif diri dibandingkan menghadapi orang yang sulit untuk berubah.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
psikologi, narsis

Sumber : Psychologytoday.com

Editor : M. Taufikul Basari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top