Pola Asuh Tidak Pas, Anak Bisa Derita Obesitas

Menurut dr Michael Triangto Sp.KO, spesialis kedokteran olahraga dari Rumah Sakit Mitra Kemayoran, Jakarta, Pola asuh yang tidak tepat bisa menimbulkan kegemukan atau obesitas pada anak.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 11 September 2019  |  09:35 WIB
Pola Asuh Tidak Pas, Anak Bisa Derita Obesitas
Anak obesitas - Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA - Pola asuh ternyata memiliki korelasi dengan kegemukan atau obesitas pada anak.

Menurut dr Michael Triangto Sp.KO, spesialis kedokteran olahraga dari Rumah Sakit Mitra Kemayoran, Jakarta, Pola asuh yang tidak tepat bisa menimbulkan kegemukan atau obesitas pada anak.

"Salah satu faktor terjadinya obesitas pada anak mereka adalah karena seringkali para orang tua membebaskan anaknya untuk mengonsumsi makanan dengan memberikan uang jajan tanpa mempertimbangkan faktor gizi yang perlu dan tidak perlu dikonsumsi oleh sang anak," kata Michael dalam siaran pers yang diterima di Jakarta, Rabu (11/9/2019).

Michael menekankan pentingnya kesadaran orang tua untuk tidak selalu menuruti permintaan atau rengekan anak.

Spesialis kedokteran olahraga dari Rumah Sakit MMC Jakarta dr Zaini K Saragih dalam kesempatan berbeda juga mengemukakan bahwa orang tua sering kali tidak memperhatikan kandungan gizi dalam makanan yang diberikan kepada anak.

"Diberikan makan oleh orang tuanya, tapi makanannya kebanyakan karbohidrat terus," kata Zaini.

Michael menambahkan aktivitas anak yang minim juga merupakan faktor risiko terjadinya obesitas. Oleh karena itu dia menganjurkan orang tua sering mengajak anak melakukan aktivitas fisik.

"Meningkatkan aktivitas fisik dalam bentuk permainan dan bukan latihan beban yang nantinya meningkatkan risiko cedera, menjaga motivasi anak untuk mau tetap melakukan aktivitas fisik karena latihan yang dilakukan dirasakan sebagai bagian dari permainan dan bukan keharusan melakukan olahraga," kata dia.

Michael menjelaskan penanganan obesitas pada orang dewasa dan anak berbeda. Pada orang dewasa, penanganan obesitas bisa dilakukan dengan mengurangi asupan kalori melalui program diet sehat dan meningkatkan aktivitas fisik.

Penanganan serupa tidak bisa diterapkan pada anak, karena anak harus mendapatkan asupan gizi cukup untuk pertumbuhan.

Obesitas pada anak akan meningkatkan risiko penyakit seperti resistensi insulin dan DM tipe II, hipertensi, hiperlipidemia, gangguan jantung, gangguan pada hati dan ginjal, dan gangguan sendi.

Keluhan-keluhan yang sering muncul pada mereka yang mengalami obesitas adalah gangguan bernafas, sesak nafas saat tidur, gangguan konsentrasi, mudah lelah yang tentunya akan menurunkan kemampuan belajar, dan ketidakmampuan untuk memobilisasi diri sendiri.

Jika obesitas pada anak terabaikan, kualitas angkatan kerja Indonesia pada masa mendatang bisa menurun dan dengan demikian kemampuan kompetisinya juga menurun.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
anak, obesitas

Sumber : Antara

Editor : Saeno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top